Grobogan (buseronline.com) - Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat olah lahan dan penanaman di sejumlah sentra produksi pangan sebagai langkah antisipasi terhadap penurunan curah hujan yang berpotensi mengganggu musim tanam hingga memicu gagal tanam.
Dilansir dari laman
Kementan, upaya tersebut salah satunya dilakukan di Desa Rowosari, Kecamatan Gubug, Kabupaten
Grobogan, Jawa Tengah.
Kementan menyalurkan bantuan tiga unit pompa air berkapasitas 6 inci kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Jati Sari guna memastikan ketersediaan air bagi petani tetap terjaga.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan tanam menjadi kunci utama menjaga stabilitas produksi di tengah tantangan perubahan cuaca. "Air tidak boleh jadi kendala. Pompanisasi kita dorong agar petani tetap bisa tanam tepat waktu dan produksi aman," ujar Amran.
Pelaksana Harian Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Tin Latifah, yang menyerahkan bantuan secara langsung, mengatakan intervensi pemerintah difokuskan untuk mencegah kehilangan musim tanam.
Menurutnya, Desa Rowosari memiliki potensi lahan mencapai 350 hektare, dengan luas garapan saat ini sekitar 180 hektare dan indeks pertanaman (IP) 2,5.
Optimalisasi pompanisasi diharapkan mampu mempercepat proses tanam sehingga target luas tanam di Kabupaten
Grobogan pada April seluas 22 ribu hektare dapat tercapai. Dukungan juga datang dari sektor alat dan mesin pertanian (alsintan).
Direktur Alsintan Pascapanen, Muhammad Rizal Ismail, menyebut pihaknya akan menyalurkan tambahan bantuan berupa dua unit combine harvester dan delapan unit traktor roda dua.
Ia menambahkan, Gapoktan Jati Sari yang terdiri dari empat kelompok tani ditargetkan mampu menanam seluas 180 hektare pada minggu kedua Mei.
Kementan memastikan program pompanisasi akan terus diperluas, khususnya di wilayah sentra produksi pangan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas produksi nasional sekaligus mengantisipasi dampak perubahan iklim. (R)