Medan (buseronline.com) - Kinerja keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026.
Realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak daerah telah mencapai Rp1,6 triliun atau 26,09 persen dari target tahunan sebesar Rp6,2 triliun.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumut Sutan Tolang Lubis mengatakan capaian tersebut menjadi sinyal baik bagi perekonomian daerah.
"Realisasi penerimaan PAD di sektor pajak daerah menunjukkan posisi yang baik. Kami optimistis target tahunan dapat tercapai," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Rabu.
Ia menjelaskan, penerimaan pajak daerah berasal dari tujuh sektor utama. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mencatat realisasi Rp415 miliar atau 22,92 persen dari target Rp1,8 triliun. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) terealisasi Rp261 miliar atau 23,88 persen dari target lebih dari Rp1 triliun.
Sementara itu, pajak bahan bakar kendaraan bermotor menunjukkan kinerja cukup tinggi dengan realisasi Rp522 miliar atau 28,97 persen dari target Rp1,8 triliun. Pajak air permukaan mencapai Rp43 miliar atau 29,23 persen dari target Rp147 miliar.
Dari sektor lain, pajak rokok terealisasi Rp384 miliar atau 27,97 persen dari target Rp1,3 triliun. Namun, pajak alat berat masih rendah dengan capaian sekitar 1,05 persen dari target Rp1,2 miliar. Adapun opsen pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) mencapai Rp661 juta atau 18,55 persen dari target Rp3,5 miliar.
Untuk mendorong peningkatan PAD, Bapenda Sumut menyiapkan sejumlah strategi, antara lain pelaksanaan program Gebyar Pajak 2026, peningkatan koordinasi dengan Satlantas, Jasa Raharja, serta Bapenda kabupaten/kota.
Selain itu, Pemprov juga menghadirkan layanan Samsat malam guna mempermudah masyarakat dalam membayar pajak kendaraan.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung peningkatan PAD dengan taat membayar pajak," kata Sutan. (R)