Batang (buseronline.com) - Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) terus menunjukkan kontribusi nyata dalam menekan angka pengangguran di Provinsi Jawa Tengah. Dilansir dari laman Jatengprov, hingga saat ini, kawasan industri tersebut telah menyerap sebanyak 18.390 tenaga kerja.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur
Jawa Tengah,
Taj Yasin Maimoen, saat memberikan paparan dalam kunjungan kerja Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas di
Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang, Selasa.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut terus meningkat dan mampu menjadi penopang perekonomian masyarakat sekitar.
Ia menambahkan, pembangunan
KITB dirancang tidak hanya untuk sektor industri, tetapi juga mencakup pengembangan sektor pariwisata.
Hal ini sejalan dengan tema Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Tengah 2027, yakni pariwisata berbasis ekonomi syariah.
Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menilai
KITB layak dijadikan kawasan percontohan nasional. Ia menyebut kawasan tersebut memiliki sejumlah keunggulan yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Bahkan, kata dia, Presiden Prabowo Subianto menargetkan KEK Industropolis Batang dapat menjadi "Shenzhen-nya Indonesia", merujuk pada Shenzhen yang dikenal sebagai pusat industri dan teknologi dunia.
Selain industri padat karya, kawasan ini juga mulai mengembangkan sektor berbasis teknologi seperti pusat data (data center).
Direktur Utama Industropolis Batang, Anak Agung Putu Ngurah Wirawan mengungkapkan bahwa saat ini komposisi industri di kawasan tersebut terdiri dari 47 persen industri padat karya dan 53 persen industri padat teknologi.