Medan (buseronline.com) - Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional 2026, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pentingnya menjadikan momentum tersebut sebagai sarana memperkuat sinergi antara pemerintah dan pekerja, bukan sekadar seremoni tahunan.
Hal itu disampaikan Rico Waas saat menerima audiensi Panitia Perayaan May Day di Balai Kota Medan, Selasa. Dalam pertemuan tersebut, ia menekankan bahwa pemerintah tidak hanya berperan sebagai pengatur regulasi, tetapi juga mitra strategis bagi buruh.
"Momentum 1 Mei mendatang tidak boleh hanya terjebak dalam seremoni tahunan, melainkan harus menjadi pengingat kuat akan jaminan keselamatan dan kesejahteraan buruh sebagai penggerak utama ekonomi kota," ujar Rico Waas.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota turut didampingi Asisten Pemerintahan dan Sosial Muhammad Sofyan, Plt Kadis Ketenagakerjaan Ramaddan, Kasat Pol PP Muhammad Yunus, serta Kadis Perhubungan Irsan Idris Nasution.
Rico Waas juga menyoroti perayaan May Day tahun sebelumnya yang dinilai lebih didominasi unsur hiburan. Untuk itu, ia mendorong panitia agar menghadirkan konsep acara yang lebih matang dengan memadukan unsur kemeriahan dan kekhidmatan.
"Pesan utama yang harus hadir adalah posisi pemerintah sebagai mitra buruh. Kita ingin komunikasi dan kolaborasi diperkuat agar di tengah dinamika global, pemerintah dan pekerja tetap solid saling mendukung," katanya.
Sementara itu, perwakilan panitia, Antoni Pasaribu menyampaikan bahwa puncak peringatan May Day 2026 akan dipusatkan di Pardede Hall. Ia juga mengapresiasi hubungan harmonis yang selama ini terjalin antara Pemerintah Kota Medan dan serikat pekerja.
"Selama ini hubungan antara buruh dengan Pemko Medan, khususnya Pak Wali Kota, berjalan baik. Kami berharap beliau dapat hadir untuk memberikan arahan sekaligus dukungan bagi para buruh," ujarnya. (P3)