Wonosobo (buseronline.com) - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong investasi di subsektor peternakan guna memperkuat produksi susu dan daging nasional.
Dilansir dari laman Kementan, Kabupaten
Wonosobo,
Jawa Tengah, dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi sentra baru sapi perah dan sapi pedaging di Indonesia.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono menyatakan bahwa peluang investasi di sektor peternakan saat ini sangat terbuka lebar, khususnya pada pengembangan sapi perah dan sapi pedaging.
"Saya mengundang investasi di bidang peternakan karena jika Anda pelihara sapi perah, susunya pasti laku, sapi pedaging dagingnya pasti laku," ujar Sudaryono saat membuka Kontes Sapi APPSI Piala Ketua MPR RI di
Wonosobo, Sabtu.
Ia menjelaskan, kebutuhan susu nasional terus mengalami peningkatan. Bahkan, hampir seluruh sentra peternakan susu saat ini telah terserap untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Sekarang semua sentra peternakan susu terserap untuk kebutuhan MBG. Ini kesempatan baik," tambahnya. Sementara itu, Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menegaskan bahwa kebutuhan susu segar dalam negeri masih sangat besar.
Menurutnya, produksi nasional baru mampu memenuhi sekitar 25 persen kebutuhan, sementara 75 persen sisanya masih menjadi peluang pasar yang terbuka luas.
"Kebutuhan sapi perah masih cukup besar. Kemampuan kita baru 25 persen, sehingga masih ada 75 persen pasar untuk memenuhi kebutuhan susu segar dalam negeri," jelasnya.
Ia berharap Wonosobo dapat dipersiapkan sebagai sentra produksi susu segar nasional di masa mendatang, terlebih dengan meningkatnya kebutuhan akibat program MBG.
"Saya berharap
Wonosobo bisa menjadi sentra pemenuhan susu segar. Perlu ada investasi agar cita-cita tersebut dapat terwujud," katanya.
Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi mengungkapkan bahwa produksi daging di wilayahnya telah mencapai hampir 980 ribu ton dan dinilai cukup untuk menopang kebutuhan nasional.