Produksi Melonjak, Indonesia Dipastikan Capai Swasembada Beras

Heri - Sabtu, 25 April 2026 15:00 WIB
Mentan Andi Amran Sulaiman saat meninjau gudang beras di Karawang.

Jakarta (buseronline.com) - Indonesia dipastikan telah mencapai swasembada beras setelah produksi nasional melampaui kebutuhan konsumsi.

Dilansir dari laman Kementan, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi padi sepanjang 2025 mencapai 71,95 juta ton dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP), meningkat 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 63,51 juta ton.

Kenaikan sebesar 8,44 juta ton tersebut menjadi yang tertinggi dalam satu dekade terakhir. Jika dikonversi ke beras konsumsi, produksi sepanjang Januari-Desember 2025 diproyeksikan mencapai 34,77 juta ton, melampaui kebutuhan nasional yang berada di kisaran 30-31 juta ton per tahun.

Tren peningkatan produksi berlanjut pada awal 2026. BPS mencatat potensi produksi Januari sebesar 3,94 juta ton, Februari 6,05 juta ton, dan Maret diperkirakan mencapai 11,14 juta ton GKP. Capaian ini menunjukkan peningkatan produksi bersifat berkelanjutan, bukan sementara.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencetak rekor baru. Per 23 April 2026, stok beras nasional mencapai 5.000.198 ton, tertinggi sepanjang sejarah, khususnya pada periode April.

"Ini adalah sejarah pertama. Tidak pernah terjadi sebelumnya stok beras mencapai angka ini pada bulan April," ujar Amran saat meninjau gudang beras di Karawang.

Ia menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil perbaikan sistem pertanian secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. "Swasembada beras bukan lagi target, tetapi sudah kita capai dan akan terus dijaga keberlanjutannya," katanya.

Capaian ini juga sejalan dengan proyeksi lembaga internasional. Food and Agriculture Organization (FAO) memperkirakan produksi beras Indonesia mencapai 35,6 juta ton pada musim tanam 2025/2026, sementara United States Department of Agriculture (USDA) mencatat 34,6 juta ton, konsisten dengan estimasi BPS.

Dari sisi neraca pangan, produksi beras 2026 diproyeksikan mencapai 34,76 juta ton, melampaui kebutuhan konsumsi sebesar 31,1 juta ton.

Surplus sekitar 3,66 juta ton ini diperkuat oleh carry over stock 2025 sebesar 12,4 juta ton, sehingga total stok beras nasional diperkirakan mencapai 16,1 juta ton pada akhir 2026.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Andi Nur Alam Syah menyebut capaian ini sebagai hasil kerja kolektif antara petani, penyuluh, dan pemerintah.

Menurutnya, peningkatan produksi didorong oleh perbaikan akses pupuk bersubsidi, percepatan mekanisasi pertanian, optimalisasi irigasi, serta penggunaan benih unggul bersertifikat.

"Ketika pupuk tersedia, alat mesin pertanian dimanfaatkan, dan air terjamin, maka produksi meningkat. Ini adalah hasil nyata di lapangan," ujarnya.

Pemerintah menegaskan akan terus memperkuat dukungan infrastruktur dan kebijakan guna menjaga stabilitas produksi dan memastikan swasembada beras tetap berkelanjutan. (R)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Cadangan Beras RI Tembus 5 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Ekonomi

Mentan Amran Konsolidasikan 170 Bupati, Fokus Perkuat Irigasi dan Perkebunan

Ekonomi

Ekspor Unggas Indonesia Tembus 545 Ton, Kementan Catat Lonjakan di 2026

Ekonomi

Kementan Percepat Pengembangan Kawasan Tebu 97.970 Hektare Demi Swasembada Gula

Ekonomi

Swasembada Pangan Dipercepat, Mentan Amran Ungkap Strategi Kunci dan Capaian Nasional

Ekonomi

Pengamat Nilai Hilirisasi Gambir Dorongan Mentan Amran Jadi Momentum Kebangkitan Ekonomi Petani