Gubernur Sumut Lepas Pengiriman 1.050 Ton Cabai Merah ke Palangkaraya

Heri - Jumat, 24 April 2026 18:15 WIB
Gubernur Sumut Bobby Nasution melepas pengiriman sebanyak 1.050 ton cabai merah dari Kabupaten Karo menuju Palangkaraya, Rabu (22/4/2026).

Medan (buseronline.com) - Gubernur Sumut Bobby Nasution melepas pengiriman sebanyak 1.050 ton cabai merah dari Kabupaten Karo menuju Palangkaraya, Rabu.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kerja Sama Antardaerah (KAD) yang bertujuan menjaga keseimbangan pasokan antara daerah surplus dan defisit. Pelepasan dilakukan di Halaman Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan.

Dalam kesempatan tersebut, Bobby menegaskan pentingnya KAD sebagai salah satu program unggulan untuk mengendalikan inflasi dan menstabilkan harga komoditas, khususnya cabai merah.

"Kalau sudah banyak kabupaten/kota yang menjalin kerja sama antardaerah, maka prioritaskan daerah yang telah berkomitmen dalam KAD," ujarnya.

Menurut Bobby, Pemerintah Provinsi Sumut menargetkan implementasi KAD di 12 kabupaten/kota pada tahun ini. Ia optimistis program tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

"Ini terobosan luar biasa yang sudah membantu petani cabai di Karo. Yang kami lakukan ini murni untuk kesejahteraan petani," katanya.

Ia juga memastikan bahwa kerja sama ini tidak akan mengganggu pasokan cabai di Sumut. Ketersediaan cabai dinilai masih aman, terutama setelah melewati periode hari besar keagamaan.

Sementara itu, Wakil Bupati Karo Komando Tarigan menyampaikan bahwa kerja sama dengan Palangkaraya baru dimulai tahun ini dan pengiriman saat ini merupakan tahap ketiga.

"KAD ini sangat membantu petani. Harga cabai sempat turun hingga Rp9.000 per kilogram, namun setelah KAD berjalan, harga naik hingga sekitar Rp25.000 per kilogram," ujarnya.

Kabupaten Karo dikenal sebagai salah satu sentra produksi cabai merah di Sumut dengan luas lahan mencapai sekitar 4.000 hektare. Selain ke Palangkaraya, distribusi cabai juga dilakukan ke Sumatera Barat dan Riau.

Ketua Gapoktan Terpuk Sisiwa, Pedoman Ginting menilai kerja sama antardaerah menjadi solusi efektif dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga.

Ia menyebutkan bahwa kelompok tani yang dipimpinnya terdiri dari 13 kelompok dengan kapasitas produksi mencapai 3-4 ton per hari.

"Setelah adanya KAD, harga cabai naik dari Rp9.000 menjadi Rp18.000, dan terakhir mencapai Rp25.000 per kilogram. Untuk kesepakatan dengan Palangkaraya, harga ditetapkan Rp21.000 per kilogram, dengan HPP sekitar Rp18.000 per kilogram, sehingga masih memberikan keuntungan bagi petani," jelasnya.

Program KAD diharapkan terus diperluas guna memperkuat distribusi pangan antarwilayah serta menjaga stabilitas ekonomi daerah. (P3)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Gubernur Sumut Minta Percepatan Proyek Tanggul Sungai Tukka

Ekonomi

Gubernur Bobby Nasution Respon Keluhan Warga Soal Bantuan Pascabencana di Tapteng

Ekonomi

Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar

Ekonomi

Upaya Kemendikbudristek Optimalkan Merdeka Belajar di Kalteng