Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun, Lampaui Target Pemerintah

Administrator - Kamis, 23 April 2026 17:03 WIB
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Jakarta (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima laporan capaian realisasi investasi kuartal pertama tahun 2026 dari Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Dalam laporannya, Rosan menyampaikan bahwa realisasi investasi pada kuartal I 2026 mencapai Rp498,79 triliun atau 100,36 persen dari target Rp497 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 7,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year).

Tak hanya itu, capaian investasi tersebut turut berdampak pada peningkatan penyerapan tenaga kerja. Sepanjang kuartal pertama, investasi berhasil menyerap 706.569 tenaga kerja atau meningkat 18,93 persen secara tahunan.

"Realisasi ini menunjukkan tren positif, baik dari sisi nilai investasi maupun penyerapan tenaga kerja," ujar Rosan dalam keterangannya kepada media.

Dari sisi komposisi, investasi menunjukkan keseimbangan antara penanaman modal dalam negeri dan asing. Penanaman modal asing tercatat sebesar Rp249,94 triliun. Sementara itu, distribusi investasi juga relatif merata antara wilayah, dengan porsi luar Pulau Jawa sebesar 50,37 persen dan Pulau Jawa 49,63 persen.

Rosan menegaskan bahwa minat investor asing terhadap Indonesia tetap tinggi, meskipun dunia tengah menghadapi ketidakpastian geopolitik dan geokonomi. Menurutnya, realisasi investasi yang tetap sesuai rencana bahkan meningkat signifikan menjadi indikator kuat kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa tren investasi nasional dalam jangka panjang menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Pada periode 2014-2024, total investasi tercatat sekitar Rp9.100 triliun, sementara target pada periode 2025-2029 meningkat menjadi lebih dari Rp13.000 triliun.

Adapun sektor yang mendominasi investasi antara lain industri logam dasar, termasuk pembangunan smelter, diikuti sektor jasa lainnya, pertambangan, perumahan dan kawasan industri, serta transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi.

Capaian ini menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya mampu menjaga stabilitas investasi, tetapi juga mempercepat transformasi ekonomi berbasis nilai tambah. Di tengah ketidakpastian global, Indonesia dinilai tetap menjadi destinasi investasi yang resilien, inklusif, dan semakin kompetitif. (DKI1)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

PAD dari Sewa Alat Berat PUTR Toba Capai 70 Persen hingga November 2026

Ekonomi

Prabowo Prihatin Dugaan Penyadapan dan Akses Ilegal, Listyo Sigit Dicopot dari Jabatan KSP

Ekonomi

848 Wajib Pajak Manfaatkan Program Bebas Denda PBB-P2, Pemkab Toba Kumpulkan Rp432,8 Juta

Ekonomi

Bupati Taput Apresiasi 65 Tahun Bank Sumut, Dorong Kemudahan Akses KUR bagi UMKM

Ekonomi

Bupati Taput Tinjau Sejumlah Proyek Infrastruktur di Tarutung, Pastikan Kualitas Pembangunan

Ekonomi

Dekranasda Pacu UMKM Tapanuli Utara Naik Kelas, Produk Lokal Siap Tembus Pasar Ekspor