Padang Pariaman (buseronline.com) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyoroti lambannya penanganan sawah terdampak bencana saat meninjau langsung Desa Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa.
Dilansir dari laman Kementan, dalam kunjungan tersebut, Mentan Amran menilai proses rehabilitasi di lapangan belum berjalan optimal, meskipun anggaran telah tersedia sejak awal tahun.
Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat telah bergerak cepat sejak bencana terjadi, termasuk dalam penyaluran bantuan untuk pemulihan sektor pertanian.
"Anggaran sudah ada sejak Januari di provinsi. Kami minta provinsi dan kabupaten segera kolaborasi menyelesaikan dalam waktu singkat. Tapi yang kami lihat di lapangan masih lambat," ujar Amran.
Menurutnya, pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp455 miliar untuk rehabilitasi sekitar 7.000 hektare sawah rusak di Sumatera Barat.
Seluruh pembiayaan tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah sebagai bentuk komitmen dalam menjaga ketahanan pangan.
Namun demikian, Amran menyayangkan lambannya implementasi di daerah yang dinilai masih terkendala birokrasi dan lemahnya koordinasi antarlevel pemerintahan.
"Pusat begitu ada permintaan langsung kami cairkan. Tapi di bawah ini mungkin masih berproses terlalu lama. Ini yang harus diperbaiki," katanya.
Atas kondisi itu, Mentan Amran memberikan peringatan tegas kepada pemerintah daerah agar mempercepat proses rehabilitasi. Ia menargetkan pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu maksimal satu bulan.
"Tadi sudah berjanji satu bulan selesai. Kalau tidak serius, bantuan berikutnya saya tarik kembali ke pusat dan kita pindahkan ke daerah yang lebih siap," tegasnya.
Ia juga mengingatkan para penanggung jawab kegiatan di lapangan untuk memastikan pekerjaan berjalan tanpa jeda hingga tuntas. "Penanggung jawab jangan pulang sebelum selesai. Ini peringatan terakhir," imbuhnya.
Dalam tinjauan tersebut, Amran juga menemukan bahwa sebagian petani baru mulai menggarap sawah saat kunjungan berlangsung. Hal ini dinilai sebagai indikasi lambatnya respons penanganan pascabencana.
"Jangan sampai alat berat turun hanya saat kita datang. Ini tidak boleh terjadi lagi. Kita ini pelayan rakyat, tugas kita memastikan mereka bisa segera kembali tanam dan berproduksi," ujarnya.
Meski demikian, pemerintah tetap berkomitmen penuh untuk memulihkan seluruh lahan pertanian terdampak. Amran menegaskan bahwa sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, seluruh sawah yang rusak akan direhabilitasi hingga kembali produktif.
Sebagai bagian dari percepatan, Kementerian Pertanian juga mengerahkan bantuan alat dan mesin pertanian serta mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) dan Kementerian Pekerjaan Umum, untuk mempercepat perbaikan jaringan irigasi.
Kunjungan ini menjadi penegasan bahwa pemerintah tidak hanya hadir melalui bantuan, tetapi juga memastikan pelaksanaan di lapangan berjalan cepat dan tepat sasaran, agar petani terdampak dapat segera bangkit dan kembali berproduksi. (R)