Kotamobagu (buseronline.com) - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dilansir dari laman Humas Polri, salah satunya melalui kegiatan Panen Raya dan Penanaman Jagung yang digelar oleh Polres Kotamobagu pada Jumat.
Kegiatan yang berlangsung di Kelurahan Motoboi Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Korps Pembinaan Masyarakat (Kakorbinmas) Baharkam Polri, Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya Polri dalam mendukung swasembada pangan nasional tahun 2026 yang dicanangkan pemerintah pusat.
Turut hadir dalam kegiatan itu, Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol Nursyah Putra, Dirbinmas Polda Sulawesi Utara Kombes Pol Rio Alexander Panelewen, Wakapolres Kotamobagu Kompol Romel Pontoh yang mewakili Kapolres AKBP Irwanto, serta Penjabat Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib.
Kedatangan rombongan disambut prosesi adat khas Bolaang Mongondow, berupa pengalungan kain adat dan tarian Tuitan sebagai bentuk penghormatan masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja mengapresiasi keberhasilan Polres Kotamobagu dalam mengelola lahan pertanian seluas lima hektare dengan hasil panen mencapai sekitar 25 ton jagung.
"Ini adalah bukti nyata sinergitas di lapangan. Optimalisasi lahan tidur harus terus dilakukan, didukung pemanfaatan teknologi pertanian, serta penguatan peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak pendampingan masyarakat desa," ujarnya.
Sementara itu, Kombes Pol Rio Alexander Panelewen menegaskan bahwa program optimalisasi lahan pertanian merupakan langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan daerah.
Puncak kegiatan ditandai dengan panen jagung secara simbolis oleh Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja bersama jajaran Forkopimda, yang kemudian dilanjutkan dengan penanaman bibit jagung.
Dengan capaian tersebut, Polres Kotamobagu optimistis dapat terus berperan sebagai pelopor dalam menjaga ketersediaan pangan di wilayah Sulawesi Utara, sekaligus mendukung visi Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2026. (R)