Jakarta (buseronline.com) - Upaya hilirisasi riset yang digencarkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terus menunjukkan hasil konkret.
Dilansir dari laman Kementan, salah satunya datang dari inovasi peneliti IPB University, Ivan Taufik Nugraha, yang mengembangkan pakan ayam berbasis probiotik dan antikoksi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas ternak.
Dalam keterangannya, Ivan menyebutkan bahwa pakan inovatif tersebut mampu meningkatkan kesehatan pencernaan ayam, mempercepat pertumbuhan, serta mendongkrak produksi telur.
Baca Juga: Kementan Perkuat Perbenihan Bawang Putih, DPR Dorong Kemandirian Produksi
Ia mengungkapkan bahwa penggunaan pakan tersebut dapat meningkatkan bobot telur hingga 20-30 persen. "Pakannya tidak terlalu banyak, tapi bisa meningkatkan kesehatan pencernaan, mempercepat bobot badan, dan menambah massa telur," ujarnya, Kamis.
Ivan menjelaskan, salah satu fokus utama pengembangan pakan ini adalah mengatasi penyakit koksidiosis, yang selama ini menjadi ancaman serius dalam budidaya ayam. Penyakit tersebut dapat menyebabkan diare parah hingga kematian massal dalam satu kandang.
Untuk itu, formulasi pakan kini diarahkan berbasis antikoksi guna mencegah penyebaran penyakit. "Dengan adanya antikoksi, kesehatan ayam bisa meningkat dan risiko kematian akibat koksidiosis dapat ditekan," jelasnya.
Lebih lanjut, inovasi ini juga ditujukan untuk meningkatkan performa ayam kampung yang dikenal memiliki pertumbuhan lebih lambat dibanding ayam ras. Dengan pendekatan nutrisi yang tepat, Ivan optimistis ayam kampung dapat mencapai bobot satu kilogram dalam waktu sekitar 40 hari.
Ia juga menyoroti pentingnya optimalisasi sistem pencernaan ayam sebagai kunci peningkatan produktivitas. Menurutnya, bau menyengat pada kandang menjadi indikasi bahwa nutrisi tidak terserap secara optimal.
Dengan tambahan probiotik, penyerapan nutrisi dapat dimaksimalkan hingga ke vili usus, sekaligus mengurangi bau kandang. Sementara itu, Mentan Amran menegaskan bahwa riset harus berorientasi pada solusi nyata dan berdampak ekonomi.