Jakarta (buseronline.com) - PT Pertamina Patra Niaga terus mengoptimalkan distribusi LPG nasional melalui penguatan armada logistik laut yang terintegrasi.
Dilansir dari laman Pertamina, langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran pasokan energi bagi masyarakat di tengah dinamika global yang terus berkembang. Distribusi LPG saat ini didukung oleh kombinasi armada kapal milik dan kapal sewa (charter).
Perusahaan mengoperasikan sembilan kapal LPG captive yang berperan dalam sistem distribusi domestik, serta didukung lebih dari 30 kapal charter guna menjaga fleksibilitas penyaluran ke berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga: 1,8 Juta Lebih Siswa Ikuti Hari Pertama TKA SMP, Pelaksanaan Berjalan Lancar
Setiap kapal LPG memiliki kapasitas angkut rata-rata sekitar 1.700 hingga 2.000 metrik ton (MT) per perjalanan. Secara keseluruhan, armada laut tersebut menopang penyaluran LPG hingga sekitar 223 ribu MT per bulan yang tersebar di sejumlah regional.
Adapun distribusi tersebut mencakup wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) sekitar 77 ribu MT, Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) 24 ribu MT, Jawa Bagian Barat (JBT) 45 ribu MT, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) 35 ribu MT, Sulawesi 34 ribu MT, Kalimantan 5 ribu MT, serta Maluku dan Papua.
Dalam beberapa waktu terakhir, perusahaan mencatat adanya peningkatan aktivitas pembelian LPG di sejumlah daerah, seperti Riau, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur.
Menyikapi hal tersebut, Pertamina Patra Niaga terus melakukan pemantauan serta penyesuaian operasional distribusi agar penyaluran tetap berjalan optimal.
Direktur Utama Mars Ega Legowo menyampaikan bahwa kesiapan armada logistik menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran distribusi LPG.
"Sebagai bagian dari sistem distribusi energi nasional, kami terus mengoptimalkan kesiapan armada logistik untuk mendukung penyaluran LPG ke masyarakat. Distribusi LPG merupakan sistem yang saling terhubung, sehingga perlu dikelola secara seimbang antara pasokan dan kebutuhan," ujar Ega.