Jakarta (buseronline.com) - Di tengah meningkatnya kebutuhan LPG di berbagai wilayah Indonesia, distribusi energi melalui jalur laut menjadi salah satu andalan untuk menjaga kelancaran pasokan, khususnya di daerah dengan keterbatasan akses darat.
PT Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan peran armada logistik lautnya, salah satunya melalui kapal
LPG MT
Gas Attaka.
Kapal ini melayani rute distribusi ke wilayah Kalimantan dan Sulawesi, termasuk Amurang dan Donggala, dengan kapasitas angkut sekitar 1.700 metrik ton (MT) dalam setiap pelayaran.
Operasional kapal dilakukan secara berkelanjutan dengan waktu tempuh perjalanan laut yang mencapai beberapa hari. Awak kapal bekerja secara bergantian selama 24 jam untuk memastikan proses distribusi berjalan aman dan tepat waktu.
Baca Juga: Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, Perkuat Daya Saing dan Akses Pasar
Distribusi ke wilayah tujuan menghadapi tantangan geografis, di mana sejumlah daerah tidak mudah dijangkau melalui jalur darat. Kondisi ini menjadikan konektivitas logistik laut sebagai penghubung utama antara titik suplai dan terminal distribusi di daerah.
Direktur Armada Logistik PT Pertamina Patra Niaga, Arif Yunianto mengatakan bahwa pengelolaan distribusi LPG dilakukan secara dinamis guna menyesuaikan kebutuhan di berbagai wilayah.
"Pergerakan kapal
LPG terus kami atur menyesuaikan kebutuhan di berbagai wilayah. Armada seperti MT
Gas Attaka menjadi bagian dari sistem distribusi yang menghubungkan titik suplai hingga ke terminal distribusi, termasuk di wilayah dengan keterbatasan akses," ujarnya.
Ia menambahkan, distribusi energi merupakan sistem yang saling terhubung sehingga keseimbangan antara pasokan dan konsumsi menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran penyaluran.
Sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan
LPG, Pertamina Patra Niaga juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak dan sesuai kebutuhan agar distribusi dapat berjalan merata.