Pertamina Lampaui Target Penurunan Emisi Awal 2026, Perkuat Komitmen Energi Bersih

Administrator - Kamis, 09 April 2026 17:06 WIB
Kantor Pertamina.

Jakarta (buseronline.com) - Pertamina terus memperkuat komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendorong transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Upaya tersebut diwujudkan melalui berbagai program efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon di seluruh lini bisnis perusahaan.

Dilansir dari laman Pertamina, hingga Februari 2026, Pertamina mencatat realisasi penurunan emisi sebesar 354.609 ton CO₂e atau mencapai 112 persen dari target periode berjalan. Capaian ini menjadi bagian dari langkah dekarbonisasi perusahaan dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) yang dicanangkan pemerintah.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari konsistensi perusahaan dalam menjalankan program efisiensi energi dari sektor hulu hingga hilir.

"Realisasi dekarbonisasi yang melampaui target ini menjadi bukti bahwa Pertamina terus bergerak menuju energi yang lebih bersih. Namun, keberlanjutan energi juga membutuhkan peran aktif masyarakat melalui perilaku hemat dan bijak menggunakan energi," ujar Baron.

Menurutnya, penggunaan energi secara bijak, seperti penggunaan BBM sesuai kebutuhan dan efisiensi konsumsi energi, menjadi kontribusi nyata masyarakat dalam menjaga stabilitas pasokan energi di tengah dinamika global.

Secara kinerja, capaian tersebut didorong oleh kontribusi seluruh subholding. Subholding Upstream mencatatkan performa tertinggi dengan capaian di atas target, diikuti Subholding Downstream dan Gas yang juga menunjukkan hasil positif melalui optimalisasi operasional dan efisiensi energi.

Sementara itu, subholding lain seperti Pertamina New & Renewable Energy serta Integrated Marine Logistics terus memperkuat implementasi program dekarbonisasi melalui elektrifikasi operasional dan pengembangan energi baru terbarukan.

Untuk tahun 2026, Pertamina menargetkan penurunan emisi sebesar 1.962.156 ton CO₂e. Sejumlah program strategis telah dijalankan, di antaranya efisiensi penggunaan fuel gas di sektor hulu melalui optimasi pengoperasian gas turbin dengan efisiensi mencapai 12 MMSCFD.

Di sektor hilir, Pertamina melakukan berbagai inisiatif seperti upgrade APC Boiler di Refinery Unit VI, optimasi gas engine, implementasi biofuel, serta pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di operasional dan perkantoran.

Selain itu, Pertamina juga mengembangkan program energi bersih berbasis masyarakat melalui Desa Energi Berdikari. Program ini bertujuan mengoptimalkan potensi energi terbarukan di pedesaan sekaligus mendorong kemandirian energi dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Dalam aspek keberlanjutan, Pertamina juga terus memperkuat kebijakan internal, termasuk penerapan internal carbon pricing, pengembangan proyek rendah karbon, serta integrasi prinsip ESG dalam strategi bisnis.

Berdasarkan penilaian lembaga pemeringkat Sustainalytics, Pertamina berhasil mempertahankan ESG Risk Rating pada level medium dan menempati peringkat pertama dari 54 perusahaan global dalam sub industri minyak dan gas terintegrasi.

Dengan capaian positif di awal tahun, Pertamina optimistis dapat mencapai target dekarbonisasi tahunan sekaligus memperkuat perannya sebagai perusahaan energi nasional yang andal, terjangkau, dan semakin ramah lingkungan. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Prabowo Beri Harga Khusus BBM Rp15.000 per Liter bagi Nelayan Kapal 30–200 GT

Ekonomi

Bupati Taput Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi dan Bahas Sensus Ekonomi 2026

Ekonomi

Prabowo: Indonesia Tak Akan Makmur Jika Korupsi Masih Merajalela

Ekonomi

Presiden Prabowo Benahi BUMN, Ratusan Perusahaan Tak Sehat Ditutup

Ekonomi

Taput Jadi Pelopor Digitalisasi Bansos, Luhut Tinjau Langsung Program Perlinsos Digital di Siborong-borong

Ekonomi

Presiden Prabowo Resmikan Lima Bendungan, Bertolak ke NTB untuk Kunjungan Kerja