Kementan Pastikan Kesiapan Penuh Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Administrator - Rabu, 08 April 2026 12:12 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menerima audiensi Dewan Pengurus Pusat APPDMBGI, Senin (6/4/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan kesiapan penuh dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penguatan produksi, distribusi, dan stabilisasi pasokan pangan nasional.

Dilansir dari laman Kementan, komitmen tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menerima audiensi Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPDMBGI), Senin.

Mentan Amran menekankan bahwa program MBG bukan sekadar bantuan pangan, melainkan investasi strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat.

"Ini bukan sekadar bantuan, tetapi investasi besar untuk masa depan bangsa. Dampaknya luas, dari perbaikan gizi hingga menggerakkan ekonomi daerah," ujarnya.

Ia menjelaskan, besarnya jumlah penerima manfaat akan menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang signifikan terhadap sektor pertanian dan UMKM. Kebutuhan pangan dalam skala besar diproyeksikan mendorong peningkatan produksi beras, ayam, telur, hingga sayuran.

"Puluhan juta penerima manfaat akan menghidupkan ekonomi desa," kata Amran.

Lebih lanjut, ia memastikan bahwa program MBG didukung oleh kondisi produksi dan cadangan pangan nasional yang kuat. Saat ini, cadangan beras nasional mencapai sekitar 4,5 juta ton, salah satu yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

"Dengan produksi yang meningkat dan cadangan yang kuat, kita pastikan stok pangan aman untuk mendukung kebutuhan besar program MBG," tegasnya.

Untuk menjamin kelancaran program, Kementan telah menyiapkan langkah strategis dari hulu hingga hilir, mulai dari memastikan ketersediaan bahan baku, memperkuat distribusi ke dapur MBG, menjaga stabilitas harga, hingga mendorong keterlibatan petani dan pelaku usaha lokal.

Dalam pertemuan tersebut, APPDMBGI melaporkan telah terbentuk di 38 provinsi dan ratusan kabupaten/kota, dengan jaringan dapur yang terus berkembang di seluruh Indonesia. Asosiasi ini dinilai berperan penting sebagai penghubung antara pemerintah dan pelaku usaha dalam memastikan distribusi makanan bergizi berjalan efektif dan tepat sasaran.

Mentan Amran juga menegaskan bahwa program MBG menjadi solusi konkret dalam menekan angka stunting serta memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia nasional.

"Kalau anak-anak kita sehat dan cukup gizi, maka ke depan mereka akan menjadi generasi yang kuat. Ini fondasi menuju Indonesia maju," ujarnya.

Ia turut mengingatkan pentingnya keadilan dalam ekosistem usaha, khususnya antara pelaku usaha besar dan kecil.

"Yang besar jangan menekan yang kecil. UMKM harus dibina dan diperkuat. Ini program rakyat, manfaatnya harus dirasakan bersama," pungkasnya.

Kementan optimistis, dengan dukungan lintas sektor serta cadangan pangan yang kuat, Program Makan Bergizi Gratis akan berjalan berkelanjutan dan menjadi pilar penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Taput Jadi Pelopor Digitalisasi Bansos, Luhut Tinjau Langsung Program Perlinsos Digital di Siborong-borong

Ekonomi

Presiden Prabowo Resmikan Lima Bendungan, Bertolak ke NTB untuk Kunjungan Kerja

Ekonomi

Prabowo Terima Kunjungan Thaksin Shinawatra di Kertanegara, Bahas Isu Strategis Global

Ekonomi

BPS Kabupaten Bekasi Kerahkan 2.312 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026

Ekonomi

Wabup Taput Terima Audiensi YAPPIKA dan BITRA, Bahas Manfaat Proyek Strategis Nasional

Ekonomi

Prabowo dan PM India Narendra Modi Kunjungi Candi Prambanan, Perkuat Kerja Sama Budaya