Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global

Administrator - Selasa, 07 April 2026 12:06 WIB
Ketua Dekranasda Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin (kiri) berdiskusi dengan Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu RI Heru Hartanto Subolo dalam audiensi di Ruang Rapat Wakil Gubernur Jateng, Semarang, Senin (6/4/2026). (Dok/Jatengprov)

Semarang (buseronline.com) - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah menjalin sinergi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI guna memperluas akses promosi dan pemasaran produk ekonomi kreatif (ekraf) unggulan daerah ke pasar global.

Langkah strategis tersebut mengemuka dalam audiensi antara Ketua Dekranasda Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, dengan Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu RI, Heru Hartanto Subolo, di Ruang Rapat Wakil Gubernur Jawa Tengah, Senin.

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam mendorong produk ekraf Jawa Tengah semakin dikenal di kancah internasional, sekaligus menjadi bagian dari strategi diplomasi budaya Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, dilansir dari laman Jatengprov, Nawal memaparkan bahwa Jawa Tengah merupakan provinsi dengan nilai ekspor ekonomi kreatif terbesar kedua di Indonesia. Pada semester I 2025, nilai ekspor sektor ini tercatat mencapai Rp53 T.

Selain itu, realisasi investasi sektor ekraf di Jawa Tengah pada periode yang sama juga menempati posisi ketiga terbesar secara nasional, dengan nilai mencapai Rp11,45 T.

Melalui sinergi dengan Kemenlu RI, Nawal berharap produk-produk ekraf daerah dapat menembus pasar internasional secara lebih luas, khususnya pada subsektor kriya, wastra, batik, kayu, logam, dan serat alam yang menjadi identitas budaya Jawa Tengah.

"Kami minta arahan, dan harapannya Jawa Tengah nanti bisa ikut serta dalam expo pameran internasional, serta dapat masuk melalui jaringan diaspora Indonesia," ujarnya.

Menurutnya, produk ekraf Jawa Tengah tidak hanya menonjolkan nilai lokalitas, tetapi juga merepresentasikan keragaman budaya Indonesia. Keunikan, nilai sejarah, serta kualitas produk menjadi kekuatan dalam membangun citra bangsa melalui jalur diplomasi budaya.

"Produk kami penuh dengan nilai heritage Indonesia, yang menjadi daya tarik tersendiri di pasar global," imbuhnya.

Nawal juga mencontohkan sejumlah pelaku usaha yang telah berhasil menembus pasar internasional. Naruna Ceramic asal Kota Salatiga telah mengekspor produknya ke 18 negara. Selain itu, Roro Kenes Semarang dikenal dengan produk tas anyaman kulit berkualitas tinggi yang diminati wisatawan mancanegara.

Untuk sektor wastra, berbagai produk khas Jawa Tengah seperti batik Pekalongan, tenun troso Jepara, dan lurik Klaten juga telah menunjukkan eksistensinya di pasar global.

Melalui kerja sama ini, diharapkan promosi produk kreatif potensial daerah dapat diperkuat melalui jaringan perwakilan Indonesia di luar negeri, sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan beragam.

Sementara itu, Heru Hartanto Subolo menyambut positif sinergi tersebut. Menurutnya, kerja sama ini penting untuk memperkuat promosi industri dan kerajinan Indonesia di tingkat internasional.

"Kemenlu berperan menjembatani promosi ke luar negeri serta melakukan capacity building yang bisa kita kembangkan melalui kerja sama ke depan," ungkapnya.

Heru menilai, Jawa Tengah memiliki kapasitas soft power diplomacy yang kuat dan dapat menjadi fondasi dalam mendukung politik luar negeri Indonesia. Hal ini didukung oleh kekayaan budaya serta potensi pariwisata yang telah dikenal luas di dunia internasional.

"Jawa Tengah mempunyai budaya yang kuat, produk pariwisata yang luar biasa seperti Borobudur dan Prambanan, serta hasil industri budaya seperti batik yang sudah mendunia," jelasnya.

Ke depan, Kemenlu berkomitmen memfasilitasi promosi produk ekraf Jawa Tengah melalui berbagai pameran dan kegiatan internasional. Heru juga berharap sinergi ini dapat terjalin secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi pelaku ekonomi kreatif daerah.

Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan produk ekraf Jawa Tengah mampu semakin kompetitif di pasar global sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi budaya dunia. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

MBG Dongkrak Kesejahteraan Petani, NTP Tembus Rekor Tertinggi

Ekonomi

Pertamina Lampaui Target Penurunan Emisi Awal 2026, Perkuat Komitmen Energi Bersih

Ekonomi

Pertamina NRE-CRecTech Jajaki Pengembangan Biometanol dari Biogas di Sei Mangkei

Ekonomi

Pemerintah Tegaskan Pertumbuhan Ekonomi Nasional Kuartal Pertama 2026 Tumbuh Kuat

Ekonomi

Presiden Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Ekonomi

Pemkab Taput Lakukan Monitoring Harga Pupuk Bersubsidi ke Pasar Tarutung