Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Kementan Tingkatkan Pemanfaatan Varietas Padi Adaptif untuk Hadapi Kemarau Lebih Awal

Dirgahayu Ginting - Rabu, 18 Maret 2026 06:06 WIB

Warning: getimagesize(https://www.buseronline.com/cdn/uploads/images/2026/03/IMG-20260317-WA0004.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Hamparan tanaman padi varietas Inpago 4 tumbuh di lahan pertanian sebagai salah satu varietas adaptif tahan kekeringan yang direkomendasikan Kementerian Pertanian untuk menghadapi potensi musim kemarau lebih awal. (Dok/Kementerian Pertanian)

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong para petani di seluruh Indonesia untuk memanfaatkan varietas padi adaptif guna mengantisipasi potensi kekeringan akibat musim kemarau yang diprediksi datang lebih awal pada 2026.

Dilansir dari laman Kementerian Pertanian, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menginstruksikan pemerintah daerah agar segera mengambil langkah antisipatif, mulai dari pemetaan wilayah rawan kekeringan hingga penguatan sistem peringatan dini (early warning system).

Selain itu, Kementan juga mendorong optimalisasi pengelolaan air melalui berbagai upaya seperti peningkatan sistem irigasi, pompanisasi, perpipaan, serta percepatan masa tanam di sentra-sentra produksi pertanian.

“Petani perlu memanfaatkan varietas genjah dan tahan kekeringan, seperti Inpago 4–13, Inpari 38–46, Situbagendit, Situpatenggang, Padjadjaran, Cakrabuana, atau varietas sejenis lainnya agar produksi tetap terjaga meskipun menghadapi musim kemarau,” ujar Amran.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah wilayah di Indonesia akan mengalami awal musim kemarau lebih cepat. Wilayah tersebut meliputi sebagian Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku, hingga sebagian Papua.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko kekeringan pada lahan pertanian apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Fadjry Djufry, menjelaskan bahwa Kementan telah menghasilkan berbagai varietas unggul yang adaptif terhadap kondisi kekeringan.

“Varietas padi tahan cekaman kekeringan seperti Inpari 38 hingga Inpari 46, serta varietas padi gogo kelompok Inpago dirancang agar tetap mampu berproduksi pada kondisi ketersediaan air terbatas. Selain itu, terdapat pula varietas genjah seperti Padjadjaran dan Cakrabuana yang dapat dipanen lebih cepat sehingga membantu tanaman menghindari periode kekeringan,” jelas Fadjry.

Ia menambahkan, pemanfaatan varietas adaptif menjadi bagian dari strategi teknologi dalam memperkuat ketahanan sistem produksi padi di tengah dinamika perubahan iklim.

“Kami mendorong pemanfaatan varietas unggul tahan kekeringan ini secara lebih luas, khususnya di wilayah rawan kekeringan atau sawah tadah hujan, sehingga produksi padi nasional tetap terjaga dan ketahanan pangan dapat terus diperkuat,” tegasnya.

Melalui BRMP, Kementerian Pertanian terus memperkuat pemanfaatan inovasi teknologi untuk meningkatkan ketahanan sektor pertanian terhadap dampak perubahan iklim, termasuk melalui pengembangan varietas unggul adaptif serta penerapan teknologi budidaya yang tepat di tingkat petani. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Pemko Medan Dorong Budaya Melayu Lebih Dekat dengan Masyarakat Lintas Suku

Ekonomi

Pemkab Pati Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan PAUD

Ekonomi

Wali Kota Bandung Tekankan Pelestarian Kawasan Bersejarah

Ekonomi

Sepolwan Gelar Latkapuan Pendidik untuk Tingkatkan Profesionalisme SDM Polri

Ekonomi

Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs

Ekonomi

Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata