Jakarta (buseronline.com) - Polri melalui Gugus Tugas Ketahanan Pangan menggandeng Himpunan Bank Milik Negara untuk memperluas akses permodalan bagi petani binaan.Langkah ini bertujuan memperkuat ekosistem pertanian nasional sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap tengkulak dan praktik pinjaman berbunga tinggi dari rentenir.Dilansir dari laman Humas Polri, Wakil Kepala Polri, Komjen Dedi Prasetyo, menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendukung kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan pangan nasional.Selama ini, keterbatasan modal menjadi salah satu kendala utama yang membuat petani terjebak dalam siklus utang.“Pada tahun 2026 ini, Polri memfasilitasi akses permodalan langsung bagi petani melalui bank-bank Himbara. Tujuannya untuk memutus mata rantai tengkulak dan praktik rentenir yang selama ini membebani petani, sehingga mereka dapat bertani dengan lebih tenang dan sejahtera,” ujar Dedi dalam keterangannya, Minggu.Melalui kerja sama dengan bank-bank Himbara yang meliputi BRI, BNI, Mandiri, dan BTN, para petani kini dapat mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian dengan bunga ringan sekitar 3–6 persen per tahun.Skema pembiayaan ini tidak memerlukan agunan tambahan, sehingga petani bisa memperoleh modal usaha tanpa mempertaruhkan aset pribadi.Selain kemudahan akses pembiayaan, Polri mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui perluasan lahan tanam dan pemanfaatan teknologi pertanian.Hingga Februari 2026, luas penanaman jagung nasional tercatat mencapai 135.723 hektare sebagai bagian dari target pengembangan hingga 1 juta hektare, guna mendorong produksi jagung nasional melampaui 4 juta ton pada tahun ini.Program ini telah diterapkan di sejumlah daerah, salah satunya di wilayah Polda Jawa Barat. Dukungan kepada petani binaan tidak hanya berupa modernisasi alat dan mesin pertanian, tetapi juga melalui akses pembiayaan dari bank-bank Himbara.Sebanyak 215 petani yang tergabung dalam 44 kelompok tani menerima bantuan alat dan mesin pertanian seperti hand tractor, pompa air, dan hand sprayer. Bantuan ini diharapkan meningkatkan efisiensi kerja serta produktivitas hasil panen.Selain itu, petani juga difasilitasi memperoleh pinjaman modal usaha berbunga rendah melalui skema KUR, sehingga kebutuhan bibit, pupuk, dan sarana produksi pertanian dapat terpenuhi tanpa bergantung pada tengkulak maupun praktik pinjaman rentenir.Program sinergi antara Polri dan Himbara ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menciptakan ekosistem pertanian yang lebih mandiri dan produktif. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting