Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Kementan Kampanyekan Belanja Pangan Tanpa Panik Jelang Idulfitri melalui “Tani On Stage”

Dirgahayu Ginting - Senin, 09 Maret 2026 09:06 WIB
Sejumlah narasumber menyampaikan paparan dalam talkshow interaktif “Tani On Stage” yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Area Komersial TOD Samesta Mahata Margonda, Depok, Jawa Barat, Jumat (6/3/2026). (Dok/Kementan)

Depok (buseronline.com) - Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan) mengedukasi masyarakat agar tetap tenang dalam berbelanja kebutuhan pangan menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri melalui talkshow interaktif bertajuk Tani On Stage dengan tema “Belanja Pangan Tanpa Panik, Belanja Bijak itu Asyik!”.

Kegiatan yang digelar di kawasan komersial TOD Samesta Mahata Margonda, Kecamatan Beji, Depok, Jawa Barat, Jumat, merupakan bagian dari rangkaian program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang bertujuan menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementan, Moh Arief Cahyono, mengatakan bahwa sosialisasi melalui program Tani On Stage bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai berbagai langkah yang telah dilakukan pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.

“Saya berharap masyarakat mendapat pemahaman mengenai Gerakan Pangan Murah sebagai upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan,” ujar Arief.

Talkshow tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang, di antaranya Direktur Kewaspadaan Pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), Nita Yulianis, Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementan Freddy, serta praktisi keamanan pangan Risky Aprillian.

Direktur Kewaspadaan Pangan Bapanas, Nita Yulianis, menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan nasional menjelang Ramadan dan Idulfitri. Pemerintah, kata dia, terus berupaya menjaga pasokan dan stabilitas harga melalui berbagai program intervensi pasar, termasuk Gerakan Pangan Murah.

“Stok pangan saat ini dalam kondisi cukup, sehingga masyarakat tidak perlu panic buying. Membeli berlebihan justru dapat mengganggu distribusi di pasar,” ujarnya.

Sementara itu, dilansir dari laman Kementan, Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementan, Freddy, memastikan bahwa ketersediaan komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang merah tetap mencukupi hingga setelah Idulfitri.

Menurutnya, fluktuasi harga yang terkadang terjadi lebih banyak dipengaruhi oleh faktor cuaca yang dapat memengaruhi proses panen maupun distribusi hasil pertanian.

“Secara produksi sebenarnya tersedia. Tantangannya lebih pada faktor cuaca yang kadang memengaruhi proses panen,” jelasnya.

Freddy juga mendorong masyarakat untuk mengurangi pemborosan pangan dengan melakukan pengolahan sederhana di rumah, misalnya membuat bumbu dasar atau pasta cabai agar bahan pangan dapat disimpan lebih lama. Selain itu, masyarakat juga dianjurkan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam kebutuhan dapur seperti cabai.

Dari sisi keamanan pangan, praktisi keamanan pangan drh Risky Aprillian mengingatkan pentingnya perencanaan belanja dan pengelolaan makanan yang baik, terutama untuk produk pangan asal hewan.

Ia menekankan pentingnya masyarakat memahami konsep ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) dalam memilih bahan pangan agar kualitas dan keamanan makanan yang dikonsumsi tetap terjaga.

Sementara itu, Menteri Pertanian yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa stok pangan nasional hingga Maret 2026 berada dalam kondisi aman.

“Insya Allah pangan kita aman. Pemerintah terus menjaga produksi dan distribusi agar kebutuhan masyarakat, khususnya menjelang Idulfitri, tetap terpenuhi,” ujar Amran.

Melalui kegiatan edukasi ini, pemerintah berharap masyarakat semakin sadar pentingnya berbelanja secara bijak serta mengelola pangan dengan baik, sehingga momen Ramadan dan Idulfitri dapat dijalani dengan lebih tenang, sehat, dan tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan pangan. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Densus 88 Polri Gelar Rakernis 2026, Fokus Antisipasi Radikalisme Digital pada Anak dan Remaja

Ekonomi

Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi Mulai Beroperasi Juli 2026

Ekonomi

150 Siswa Jabar Jalani Pendidikan Karakter Pancawaluya di Mako TNI Cilandak

Ekonomi

Pemprov Jabar Pastikan Siswa Kurang Mampu Tetap Bisa Sekolah pada SPMB 2026

Ekonomi

Polda Sumsel dan Divhumas Polri Perkuat Mitigasi El Nino Hadapi Ancaman Karhutla

Ekonomi

41 Apoteker Baru Perkuat Layanan Kesehatan di Garut