Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Arumi Bachsin Apresiasi Industri Batik Jateng saat Hadiri D’Modifest 2026

Dirgahayu Ginting - Senin, 02 Maret 2026 06:12 WIB
Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin didampingi Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin meninjau stan batik pada ajang D’Modifest 2026 di Atrium The Park Mall, Semarang, Sabtu (28/2/2026). (Dok/Jatengprov)
Semarang (buseronline.com) - Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin, melakukan kunjungan ke ajang Dekranasda Modest & Iftar Festival (D’Modifest) Jawa Tengah 2026 yang digelar di Atrium The Park Mall, Semarang, Sabtu.Kehadirannya menjadi bagian dari upaya mempererat sinergi antardaerah dalam pengembangan industri kerajinan dan UMKM.Didampingi Ketua Dekranasda Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, Arumi berkeliling meninjau puluhan stan yang menampilkan produk wastra dan kriya dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.Mereka juga berdialog langsung dengan para pengrajin, mencermati kualitas produk, hingga membahas potensi pasar yang dapat terus dikembangkan.Di salah satu stan, Arumi bahkan meminta rekomendasi produk kepada penjual dan memborong sejumlah pakaian batik. Ia mengaku terkesan dengan kualitas serta keunikan motif batik Jawa Tengah yang dinilainya memiliki kekuatan kearifan lokal yang khas.“Industri batik di Jawa Tengah ini berkembang luar biasa. Produksinya besar dan efisien, itu yang menarik perhatian saya,” ujarnya di sela kunjungan.Selain mengunjungi pameran, dilansir dari laman Jatengprov, Arumi dan Nawal turut menjadi pembicara dalam talkshow bertajuk “Dari Hati ke Karya; Spirit Ramadan dalam Produk Lokal.”Forum tersebut menjadi ruang berbagi inspirasi sekaligus memperkuat kolaborasi antardaerah dalam pengembangan UMKM dan industri kerajinan.Arumi menilai, Jawa Timur dan Jawa Tengah sama-sama memiliki potensi dan keunggulan besar di sektor UMKM serta kerajinan. Namun menurutnya, salah satu kekuatan utama Jawa Tengah terletak pada batik dengan ragam motif yang kaya serta kearifan lokal yang kuat.“Jawa Tengah industri batiknya itu cukup pesat, besar, dan yang bikin kita garuk-garuk kepala, kok bisa cost efisien banget Bu? Kok Jawa Tengah bisa ya?” ujar Arumi dalam dialog tersebut.Ia juga mengungkapkan, dalam D’Modifest 2026 dirinya menjumpai sejumlah produk asal Jawa Tengah yang kerap diikutsertakan dalam expo di Jawa Timur. Menurutnya, kolaborasi semacam itu perlu terus diperkuat.“Positioning kami di Jawa Timur itu sebagai jendela untuk Indonesia bagian timur. Hal-hal seperti ini yang harus terus dikolaborasikan, karena setiap daerah punya keunggulannya masing-masing,” katanya.Sementara itu, Nawal Arafah Yasin menyampaikan apresiasi atas kehadiran Arumi dalam D’Modifest 2026. Ia menegaskan Dekranasda Jawa Tengah terus mendorong UMKM agar naik kelas melalui pelatihan, fasilitasi pameran, promosi, serta kurasi produk guna meningkatkan daya saing.“Dekranasda memiliki peran vital untuk membina, memfasilitasi, dan menjadi sponsor bagi pengrajin serta desainer agar bisa tumbuh dan naik kelas,” ujarnya.Nawal menambahkan, berdasarkan data Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Kementerian Perindustrian, pada 2024 Jawa Tengah memiliki 2.299 unit produsen batik.Jumlah tersebut menempatkan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan produsen batik terbesar di Indonesia, melampaui Jawa Timur (216 unit), DIY (180 unit), dan Jawa Barat (115 unit).Untuk meningkatkan nilai tambah, Dekranasda Jateng kini menggelorakan pelatihan konsep ready to wear, sehingga pengrajin tidak hanya memproduksi kain, tetapi juga pakaian jadi yang siap dipasarkan dengan nilai ekonomi lebih tinggi.“Ini juga menjadi salah satu budaya dan identitas daerah kita, maka perlu menggunakan storytelling di setiap produk,” kata Nawal.Ke depan, pihaknya menargetkan produk unggulan dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah mampu menembus pasar global melalui partisipasi aktif dalam berbagai expo di tingkat lokal, regional, nasional, hingga internasional.Upaya tersebut selaras dengan program Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen yang menempatkan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah.“Harapannya ekosistem kerajinan di Jawa Tengah semakin kokoh, melahirkan desainer dan pengrajin baru, serta berdampak nyata bagi perekonomian masyarakat,” pungkas Nawal. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Dedi Mulyadi Dukung Pembangunan Fakultas Kedokteran UIN Bandung, Syaratkan Akses Gratis bagi Warga Miskin

Ekonomi

Kemenkes Prioritaskan Vaksinasi Campak bagi Nakes Usai Perluasan Indikasi untuk Dewasa

Ekonomi

Puluhan Suspek Campak Ditemukan, Pemkab Rembang Tingkatkan Kewaspadaan

Ekonomi

Momen HUT ke-80 TNI AU, Pesawat Presiden Prabowo Dikawal Enam Jet Tempur

Ekonomi

PMI Siap Salurkan Bantuan untuk Warga Iran

Ekonomi

Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, Perkuat Daya Saing dan Akses Pasar