Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Bupati Abdusy Syakur Amin Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Garut Melonjak

Dirgahayu Ginting - Rabu, 25 Februari 2026 06:18 WIB
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin memberikan arahan kepada para kepala desa di Kantor Kecamatan Mekarmukti, Kabupaten Garut, Senin (23/2/2026). (Dok/Jabarprov)

Garut (buseronline.com) - Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mendorong percepatan pembangunan dan lonjakan ekonomi di wilayah Garut bagian selatan melalui pengembangan jagung terintegrasi.

Arahan tersebut disampaikan kepada para kepala desa di Kecamatan Mekarmukti, Caringin, dan Bungbulang dalam agenda pembinaan pembangunan wilayah, Senin.

Bupati menegaskan bahwa wilayah Garut Selatan membutuhkan akselerasi pembangunan yang lebih cepat dibandingkan daerah lain, mengingat masih tingginya angka kemiskinan ekstrem, anak putus sekolah, serta kasus kematian ibu dan anak.

Menurutnya, kondisi sosial ekonomi tersebut tidak dapat diselesaikan dengan pola pembangunan biasa, melainkan membutuhkan strategi terarah yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Tentu saja di otak saya harus ada akselerasi, dan akselerasi itu selalu membutuhkan dana yang besar. Kita ingin ada penyerapan tenaga kerja. Tidak harus selalu industri pabrik, sektor pariwisata juga bisa menyerap tenaga kerja, termasuk hotel dan restoran,” ujar Abdusy Syakur Amin.

Ia menjelaskan bahwa sektor pertanian dan peternakan selama ini belum memberikan nilai tambah yang maksimal bagi masyarakat karena sebagian besar komoditas masih dijual dalam bentuk mentah tanpa proses hilirisasi.

Dari berbagai komoditas yang ada, dilansir dari laman Jabarprov, Bupati menilai jagung memiliki potensi strategis untuk dikembangkan secara terintegrasi, terutama karena menjadi bahan baku utama pakan ternak dan sangat dibutuhkan untuk mendukung program Makanan Bergizi Gratis dari pemerintah pusat.

“Dari sekian komoditas, saya melihat jagung ini sangat potensial. Kenapa? Karena sekarang jagung menjadi komoditas yang dibutuhkan untuk mendukung sektor-sektor lain, terutama peternakan,” jelasnya.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Garut berencana membangun ekosistem ekonomi terintegrasi dengan menghadirkan pabrik pakan ternak di dekat sentra produksi jagung serta kawasan peternakan ayam pedaging. Dengan pola tersebut, biaya produksi dapat ditekan sehingga harga pangan lebih terjangkau di tingkat konsumen.

“Saya lihat di Blitar sudah ada ekosistem seperti itu. Pakannya di sana, peternakannya di sana, sehingga ongkos produksi menjadi murah. Dampaknya, harga telur di Blitar lebih rendah dibanding Garut karena semuanya terintegrasi,” ungkap Abdusy Syakur Amin.

Model pengembangan jagung terintegrasi tersebut diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan petani dan peternak, serta mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah selatan Garut agar berperan lebih besar dalam rantai pasok pangan nasional.

Sejumlah kepala desa menyambut positif gagasan tersebut karena dinilai menjawab kebutuhan riil masyarakat desa yang selama ini membutuhkan solusi konkret untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Melalui langkah percepatan pembangunan berbasis pertanian terintegrasi ini, Pemerintah Kabupaten Garut berharap pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan dapat meningkat secara bertahap dan berkelanjutan, sekaligus menekan angka kemiskinan dan persoalan sosial lainnya. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Indonesia Women’s League Resmi Diluncurkan, Kompetisi Sepak Bola Wanita Indonesia Memasuki Era Baru

Ekonomi

Mentan Amran: Buruh Tani Bakal Bisa Dapat Bantuan Traktor dan Alsintan

Ekonomi

Trump Tegaskan Dukungan untuk Gianni Infantino di Tengah Kontroversi FIFA

Ekonomi

Timnas Indonesia Berpeluang Turunkan Skuad Terbaik di FIFA ASEAN Cup 2026

Ekonomi

Rektor USU: Kemampuan Komunikasi Jadi Kunci Sukses Mahasiswa

Ekonomi

Run for Independence Day 2026 Meriahkan HUT ke-81 RI, 2.000 Peserta Ikuti Fun Run dan Fun Walk