Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Jaga Pertumbuhan Ekonomi 2026, Kemenkeu dan Bank Indonesia Tingkatkan Koordinasi Kebijakan

Dirgahayu Ginting - Rabu, 25 Februari 2026 06:06 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo berfoto bersama usai Rapat Koordinasi Kebijakan Fiskal dan Moneter Tahun 2026 di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (20/2/2026). (Dok/Kemenkeu)
Jakarta (buseronline.com) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, dan Wamenkeu Juda Agung menghadiri Rapat Koordinasi Kebijakan Fiskal dan Moneter Tahun 2026 di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Jumat.Kegiatan ini menjadi forum penting untuk memperkuat sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.Dalam rapat tersebut, dilansir dari laman Kemenkeu, pemerintah menegaskan komitmen untuk mengelola kebijakan fiskal secara pruden dan berkesinambungan. Berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025, defisit APBN 2026 diarahkan berada di kisaran 2,68 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).Pembiayaan defisit akan dilakukan melalui kombinasi pembiayaan utang dan non-utang. Pembiayaan utang ditempuh melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar domestik dan global, serta penarikan pinjaman luar negeri dan dalam negeri.Penerbitan SBN dilakukan dengan prinsip kehati-hatian melalui pengelolaan portofolio utang dan manajemen risiko yang kuat, sehingga struktur utang pemerintah tetap sehat, aman, dan berkesinambungan.Sementara itu, Bank Indonesia menegaskan arah kebijakan moneter tahun 2026 secara konsisten untuk menjaga inflasi dalam sasaran 2,5±1 persen serta mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah. Strategi ini ditempuh melalui operasi moneter pro-market guna menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan.Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia juga menyepakati mekanisme penerbitan dan pembelian SBN agar sejalan dengan prinsip kebijakan fiskal dan moneter yang pruden.Pembelian SBN oleh Bank Indonesia dari pasar sekunder dilakukan melalui pelaku pasar dan mekanisme pertukaran SBN secara bilateral (bilateral debt switch) dengan pemerintah, yang dapat diperdagangkan di pasar sesuai harga yang berlaku.Selain itu, kedua institusi menegaskan bahwa penerbitan dan pembelian SBN akan dilakukan secara transparan, akuntabel, dan dengan tata kelola yang kuat. Sinergi ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas fiskal, stabilitas moneter – khususnya nilai tukar rupiah dan inflasi – serta stabilitas sistem keuangan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap kombinasi kebijakan fiskal dan moneter yang selaras dapat menghadirkan ekonomi nasional yang stabil, aman, dan produktif sepanjang 2026. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

USU Catat Sejumlah Capaian dan Perkuat Ambisi Menuju Kampus Berdaya Saing Global

Ekonomi

Presiden Prabowo Apresiasi Petugas Upacara HUT ke-81 RI di Hambalang

Ekonomi

Gallery Mustika Deli Resmi Dibuka, Jadi Ruang Promosi dan Inkubasi UMKM Kota Medan

Ekonomi

Operasi Damai Cartenz Kawal Upacara HUT ke-81 RI di Yahukimo hingga Berlangsung Aman

Ekonomi

Pemprov Jateng Buka Beasiswa Mahasantri dan Santri Penggerak 2026

Ekonomi

883 Calon Jemaah Haji Batang Jalani Pemeriksaan Kesehatan