Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Kementan Salurkan 1,7 Ton Cabai Rawit Merah ke Pasar Induk Kramat Jati untuk Jaga Stabilitas Harga

Dirgahayu Ginting - Selasa, 24 Februari 2026 09:12 WIB
Aktivitas bongkar muat cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Minggu (22/2/2026). (Dok/Kementan)

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan) kembali mengguyur sebanyak 1,7 ton cabai rawit merah ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), Minggu. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan mengendalikan harga cabai rawit merah di tingkat konsumen, terutama selama Ramadan.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Muhammad Agung Sunusi, mengatakan pasokan cabai rawit merah ke PIKJ akan terus dijaga melalui dukungan champion cabai yang telah dibangun di berbagai sentra produksi.

“Pasokan ke PIKJ akan terus kami jaga. Champion cabai di sentra produksi siap mengirimkan cabai rawit merah secara berkelanjutan agar kebutuhan masyarakat selama Ramadan tetap terpenuhi,” ujar Agung dalam keterangannya.

Menurutnya, dilansir dari laman Kementan, harga cabai rawit merah dari champion cabai ditetapkan di kisaran Rp50.000 per kilogram. Untuk memastikan harga tetap terjangkau di tingkat konsumen, pemerintah melalui fasilitasi distribusi pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) memberikan subsidi biaya transportasi dari sentra produksi ke PIKJ. Dengan skema tersebut, harga di tingkat konsumen diharapkan tidak melebihi Rp65.000 per kilogram.

Agung menjelaskan, secara umum harga komoditas hortikultura lainnya relatif stabil. Cabai rawit putih berada di kisaran Rp30.000 per kilogram, cabai keriting hijau Rp25.000 per kilogram, cabai besar merah Rp40.000 per kilogram, dan cabai keriting merah Rp50.000 per kilogram. Dari seluruh jenis cabai tersebut, hanya cabai rawit merah yang mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Ia mengungkapkan, kenaikan harga cabai rawit merah di awal Ramadan dipengaruhi curah hujan tinggi di sejumlah sentra produksi. Intensitas hujan yang meningkat menyebabkan aktivitas pemetikan tidak dapat dilakukan secara optimal sehingga pasokan sempat tertahan. Selain itu, meningkatnya permintaan menjelang Ramadan, termasuk tradisi ziarah kubur di sejumlah daerah, turut mendorong kenaikan harga.

“Curah hujan tinggi membuat petani tidak bisa melakukan pemetikan optimal. Ditambah peningkatan konsumsi masyarakat menjelang Ramadan, menyebabkan harga sempat naik. Namun dengan intervensi distribusi ini, kami optimistis harga segera stabil,” jelasnya.

Kementan di bawah komando Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memastikan akan terus memantau perkembangan harga dan pasokan cabai di seluruh wilayah Indonesia.

Koordinasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, champion cabai, serta pemangku kepentingan lainnya diperkuat guna menjaga kelancaran distribusi dari sentra produksi ke pasar.

Upaya stabilisasi tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus melindungi daya beli masyarakat selama bulan suci Ramadan.

Kementan menegaskan intervensi distribusi akan terus dilakukan secara responsif apabila terjadi lonjakan harga, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang wajar. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Densus 88 Polri Gelar Rakernis 2026, Fokus Antisipasi Radikalisme Digital pada Anak dan Remaja

Ekonomi

Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi Mulai Beroperasi Juli 2026

Ekonomi

150 Siswa Jabar Jalani Pendidikan Karakter Pancawaluya di Mako TNI Cilandak

Ekonomi

Pemprov Jabar Pastikan Siswa Kurang Mampu Tetap Bisa Sekolah pada SPMB 2026

Ekonomi

Polda Sumsel dan Divhumas Polri Perkuat Mitigasi El Nino Hadapi Ancaman Karhutla

Ekonomi

41 Apoteker Baru Perkuat Layanan Kesehatan di Garut