Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Kementan Lakukan Sidak Pasar Minggu, Harga Ayam di Ramadan Dipastikan Sesuai Harga Acuan

Dirgahayu Ginting - Senin, 23 Februari 2026 09:00 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau harga dan kualitas ayam saat inspeksi mendadak di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (20/2/2026). (Dok/Kementan)

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pertanian memastikan harga daging ayam di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tetap berada dalam batas ketentuan pemerintah meski sempat beredar kabar lonjakan harga pada awal Ramadan. Kepastian ini diperoleh melalui inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan langsung untuk mengecek kondisi di lapangan.

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian, Makmun, turun langsung berdialog dengan para pedagang guna mengklarifikasi laporan harga ayam yang disebut mencapai Rp60 ribu. Sidak ini tidak hanya mengecek harga jual, tetapi juga menimbang berat ayam yang diperjualbelikan untuk memastikan harga riil per kilogram.

“Begitu ada laporan harga naik sampai Rp60 ribu, kami langsung turun untuk memastikan. Kami tidak ingin ada informasi yang simpang siur dan meresahkan masyarakat. Setelah dicek, ternyata harga tersebut per ekor, bukan per kilogram,” ujar Makmun di sela-sela sidak, Jumat.

Hasil pengecekan menunjukkan bahwa harga Rp60 ribu merupakan harga per ekor dengan berat sekitar 1,5 kilogram. Jika dikonversi, harga tersebut setara Rp40 ribu per kilogram dan masih sesuai dengan Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen sebesar Rp40 ribu per kilogram.

Di lapangan, dilansir dari laman Kementan, ditemukan pula pedagang yang menjual ayam Rp70 ribu per ekor dengan berat 3 kilogram. Dengan demikian, harga per kilogramnya sekitar Rp35 ribu, tetap berada di bawah HAP yang telah ditetapkan pemerintah.

Salah satu pedagang menyampaikan bahwa penjualan pada hari kedua Ramadan justru menurun dibandingkan periode menjelang puasa dan hari pertama Ramadan.

“Hari kedua Ramadan ini pembeli agak sepi, tidak seperti menjelang puasa dan hari pertama yang ramai sekali,” ujarnya.

Menurut pedagang tersebut, harga ayam pada hari biasa berkisar Rp50 ribu hingga Rp55 ribu per ekor dengan berat rata-rata 1,5 kilogram, sehingga harga per kilogram berada di kisaran Rp36 ribu hingga Rp37 ribu.

Makmun menegaskan agar pedagang tidak mengambil keuntungan berlebihan selama Ramadan sehingga masyarakat tetap memperoleh harga yang wajar.

“Kami minta pedagang tidak mengambil margin berlebihan di bulan suci ini. Kalau ada perusahaan pemasok yang menjual ke pedagang dengan harga tinggi, silakan lapor ke Kementerian Pertanian atau Satgas Pangan agar segera ditindak,” tegasnya.

Pada hari yang sama, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan sidak di Pasar Kebayoran. Ia menegaskan pemerintah tidak akan menoleransi pihak-pihak yang mencoba memainkan harga, terutama selama Ramadan.

“Kepada seluruh saudaraku, sahabatku, pengusaha, tolong deh jangan main-main di bulan suci Ramadan,” tegas Amran Sulaiman.

Koordinasi dengan aparat penegak hukum pun dilakukan langsung begitu laporan diterima, termasuk melibatkan jajaran kepolisian dari tingkat Mabes hingga Kapolres setempat.

“Kami langsung koordinasi, kalau ada yang menaikkan harga pasti ditindak. Ini langsung turun dari Polri, ada dari Mabes, kemudian Pak Kapolres kita turunkan langsung, dan kami minta ditindak,” tambahnya.

Sidak yang dilakukan Kementan dan koordinasi dengan aparat hukum ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga pangan, khususnya daging ayam, selama bulan Ramadan agar masyarakat tetap mendapatkan harga yang wajar dan terjangkau. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Densus 88 Polri Gelar Rakernis 2026, Fokus Antisipasi Radikalisme Digital pada Anak dan Remaja

Ekonomi

Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi Mulai Beroperasi Juli 2026

Ekonomi

150 Siswa Jabar Jalani Pendidikan Karakter Pancawaluya di Mako TNI Cilandak

Ekonomi

Pemprov Jabar Pastikan Siswa Kurang Mampu Tetap Bisa Sekolah pada SPMB 2026

Ekonomi

Polda Sumsel dan Divhumas Polri Perkuat Mitigasi El Nino Hadapi Ancaman Karhutla

Ekonomi

41 Apoteker Baru Perkuat Layanan Kesehatan di Garut