Bandung (buseronline.com) - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa kondisi fiskal Kota Bandung berada dalam keadaan sehat dan kuat. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang mampu menembus angka di atas 5 persen dengan tingkat inflasi yang tetap terkendali di bawah 3 persen.
Pernyataan itu disampaikan Farhan pada Kamis, saat memaparkan kondisi ekonomi dan keuangan daerah Kota Bandung. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan stabilitas ekonomi daerah yang terjaga di tengah dinamika perekonomian nasional.
Farhan menjelaskan, meskipun angka kemiskinan ekstrem di Kota Bandung terus mengalami penurunan, muncul tantangan baru berupa pergeseran sebagian warga ke desil 6. Kondisi ini menyebabkan mereka tidak lagi masuk dalam kategori penerima Penerima Bantuan Iuran (PBI) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
“Ini menjadi perhatian kami. Karena ada warga yang secara ekonomi membaik, tetapi secara administratif justru kehilangan akses bantuan jaminan kesehatan,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, dilansir dari laman Jabarprov, Pemerintah Kota Bandung memastikan bahwa warga dalam kategori desil 1 hingga desil 5 yang belum terdaftar tetap dapat diusulkan masuk ke dalam skema bantuan, sambil menunggu penerapan sistem Universal Health Coverage (UHC) secara menyeluruh.
Dari sisi pendapatan daerah, Farhan mengungkapkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung mengalami peningkatan signifikan, yakni lebih dari 15 persen. Peningkatan tersebut terutama ditopang oleh sektor pajak restoran.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para pengelola restoran yang telah patuh membayar pajak 10 persen. Kepatuhan ini sangat membantu memperkuat fiskal daerah,” ujar Farhan.
Selain itu, kontribusi pajak hotel juga tercatat tetap meningkat, meskipun tingkat hunian hotel mengalami penurunan. Fenomena tersebut dipengaruhi oleh perubahan pola kunjungan wisatawan yang lebih banyak melakukan perjalanan pulang pergi tanpa menginap, namun aktivitas ekonomi tetap berjalan dan memberikan dampak pada penerimaan daerah.
Ke depan, Pemkot Bandung berkomitmen untuk terus memperkuat perputaran ekonomi melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan, seperti festival, pertunjukan seni, serta ajang olahraga. Kota Bandung juga direncanakan menjadi tuan rumah Pekan Paralimpik Daerah serta memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi.
“Ekonomi itu berputar dari event-event. Ketika Persib ramai, Satria Muda ramai, itu menjadi motor penggerak ekonomi,” ungkapnya.
Farhan menambahkan, capaian ekonomi dan fiskal tersebut memberikan dampak langsung terhadap kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai layanan publik, sekaligus menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat Kota Bandung.
Dengan fondasi fiskal yang kuat, Pemkot Bandung optimistis dapat terus mendorong pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan warga. (R)