Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Kementan Tingkatkan Ketersediaan Jagung Pangan untuk Kebutuhan Industri

Dirgahayu Ginting - Selasa, 17 Februari 2026 09:06 WIB
Hamparan tanaman jagung siap panen di lahan pertanian sebagai bagian penguatan pasokan bahan baku industri pangan nasional. (Dok/Kementan)
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pertanian Republik Indonesia mempercepat pengembangan jagung pangan guna mendukung kebutuhan industri pangan nasional sekaligus memperkuat pasokan dalam negeri.Kebijakan tersebut menjadi bagian dari target swasembada jagung tahun 2026 dengan proyeksi produksi mencapai 18 juta ton pipilan kering.Program ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk memperluas pemanfaatan jagung, tidak hanya sebagai pakan ternak tetapi juga bahan baku industri pangan nasional sehingga mampu meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri.Peningkatan produksi jagung menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik memproyeksikan produksi jagung periode Januari–Maret 2026 mencapai 4,94 juta ton, naik 4,18 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.Didukung surplus serta stok carry over sekitar 4,5 juta ton berdasarkan neraca pangan nasional, pemerintah memastikan kebutuhan dalam negeri dapat dipenuhi tanpa impor. Untuk melindungi petani, harga pembelian ditetapkan sebesar Rp5.500 per kilogram di tingkat produsen.Ketersediaan produksi tersebut menjadi dasar pemerintah memperluas pemanfaatan jagung ke sektor industri pangan. Selama ini jagung nasional didominasi untuk pakan ternak, terutama ayam petelur dan pedaging. Pemerintah kini mendorong penggunaannya sebagai bahan baku industri domestik guna mengurangi ketergantungan impor sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas.Kebutuhan jagung pangan industri diperkirakan mencapai sekitar 450 ribu ton per tahun, terutama untuk industri pengolahan pati dan produk turunan pangan. Salah satu industri yang membutuhkan pasokan jagung berpati tinggi adalah PT Tereos FKS Indonesia.Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kementan berkoordinasi dengan produsen benih nasional, termasuk PT Restu Agropro Jayamas di Kediri, Jawa Timur.Direktur Hilirisasi Hasil Tanaman Pangan, Tiurmauli Silalahi, mengatakan pemerintah memperkuat sinergi petani dan industri melalui pengembangan varietas jagung sesuai kebutuhan industri.“Saat ini Direktorat Hilirisasi Hasil Tanaman bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan melakukan sosialisasi dan menjalin kerja sama dengan berbagai provinsi sentra jagung untuk memastikan pasokan industri berjalan berkelanjutan,” ujarnya, Rabu (12/2/2026).Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Yudi Sastro menegaskan pengembangan jagung pangan sangat memungkinkan didukung teknologi pengolahan yang semakin maju.“Melalui penguatan kemitraan dan hilirisasi, jagung tidak hanya menjadi komoditas pakan, tetapi juga sumber bahan baku industri pangan bernilai tambah tinggi bagi ekonomi nasional,” katanya.Pemerintah optimistis strategi ini menempatkan jagung sebagai komoditas strategis yang tidak hanya menopang sektor peternakan, tetapi juga menjadi fondasi pertumbuhan industri pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Kemendikdasmen Dorong LKP Mendunia, Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

Ekonomi

Terduga Anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya Diamankan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026

Ekonomi

Kementan dan BUMN Perkuat Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Bone

Ekonomi

Prabowo Terima Menlu Türkiye Hakan Fidan, Bahas Palestina hingga Stabilitas Timur Tengah

Ekonomi

Personel Ops Damai Cartenz Gelar Patroli Humanis di Distrik Muara Puncak Jaya

Ekonomi

Bupati Taput Buka FGD Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Daerah 2027-2045