Jakarta (buseronline.com) - Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia kini telah mencapai swasembada beras dan berada di jalur kuat menuju swasembada pangan nasional. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar pada Jumat.Dalam kesempatan tersebut, dilansir dari laman Kementan, Presiden menekankan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif lintas sektor yang memperkuat produksi pertanian nasional sekaligus menjaga stabilitas pangan di tengah tekanan global.“Kita buktikan bahwa sekarang kita sudah swasembada beras. Kita menuju swasembada pangan. Produksi beras kita tahun 2025 mencapai hampir 34,7 juta ton, naik 13 persen dibandingkan 2024. Cadangan beras di Bulog pada Juni 2025 mencapai 4,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah bangsa kita, dan hingga sekarang cadangan tersebut masih tinggi,” ujar Presiden Prabowo.Ia menambahkan bahwa ketahanan pangan menjadi fondasi utama kedaulatan bangsa sekaligus penopang stabilitas ekonomi nasional. Capaian swasembada beras menurut Presiden membuktikan kemampuan Indonesia untuk berdiri kuat menghadapi ketidakpastian global.Sejalan dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa kinerja ekonomi Indonesia tetap menunjukkan daya tahan yang solid. Pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV 2025 tercatat sebesar 5,11 persen secara tahunan (yoy), tertinggi kedua di kelompok G20 setelah India.Airlangga menekankan peran strategis sektor pertanian yang tumbuh sebesar 5,03 persen. Menurutnya, pertumbuhan sektor ini menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan dan stabilitas harga di dalam negeri.“Sektor pertanian tumbuh tinggi, ditopang oleh produksi yang kuat dan berkontribusi langsung terhadap ketahanan pangan nasional,” kata Airlangga.Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa keberhasilan swasembada beras merupakan buah dari kebijakan konsisten dan keberpihakan nyata kepada petani.“Langkah kami ada dua, yaitu deregulasi dan transformasi pertanian dari tradisional ke modern. Tujuannya jelas meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kesejahteraan petani sekaligus memastikan pangan tersedia dan terjangkau bagi seluruh rakyat,” ujar Mentan Amran.Ia menambahkan bahwa Kementerian Pertanian akan terus memperkuat modernisasi pertanian, perbaikan tata kelola, serta kolaborasi lintas sektor agar capaian swasembada beras dapat berkelanjutan dan menjadi pintu masuk menuju swasembada pangan secara menyeluruh.Dengan fondasi produksi yang kuat, cadangan pangan yang aman, serta dukungan kebijakan nasional, pemerintah optimistis sektor pertanian akan terus menjadi motor pertumbuhan ekonomi sekaligus pilar ketahanan nasional di masa mendatang. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting