Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Jelang Ramadan-Idulfitri, Mentan Amran Pastikan 9 Komoditas Swasembada dan Harga Sesuai HET

Dirgahayu Ginting - Senin, 16 Februari 2026 06:18 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan arahan saat peluncuran Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional di Jakarta, Jumat (13/2/2026). (Dok/Kementan)

Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah memastikan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Berdasarkan neraca pangan hingga April 2026, Indonesia telah mencapai swasembada pada sembilan komoditas strategis dengan posisi surplus produksi yang dinilai kuat untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa kondisi stok yang melimpah menjadi dasar pemerintah memastikan harga pangan tetap terkendali.

Ia meminta seluruh pelaku usaha tidak menjual komoditas di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

“Produksi kita tinggi, stok kita banyak. Yang swasembada pangan kita sudah sembilan, yang belum ada tiga. Nah, yang tiga ini pun belum swasembada, stoknya banyak. Jadi tidak boleh ada main-main,” tegas Mentan Amran saat meresmikan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional, Jumat.

Berdasarkan data neraca pangan nasional, sembilan komoditas yang telah swasembada dan surplus meliputi beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.

Surplus produksi tersebut dinilai menjadi bantalan kuat untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di tingkat konsumen selama Ramadan dan Idulfitri.

Mentan Amran mencontohkan stok beras nasional saat ini tercatat tertinggi sepanjang sejarah. Ketersediaan daging serta komoditas protein hewani lainnya juga berada pada level aman, bahkan sebagian telah memasuki pasar ekspor.

Untuk komoditas beras, stok nasional pada Februari tercatat mencapai sekitar 3,4 juta ton, atau dua kali lipat dari kondisi normal yang berkisar 1–1,5 juta ton. Pemerintah juga menyiapkan cadangan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebesar 1,5 juta ton dengan harga maksimal Rp12.500 per kilogram sebagai instrumen stabilisasi.

“Tidak ada alasan beras naik. Stok kita tertinggi sepanjang sejarah. Minyak goreng kita produsen terbesar dunia, stok pemerintah 700 ribu ton, harga maksimal Rp15.700. Daging ayam Harga Acuan Pembeliannya Rp40.000, daging sapi Rp140.000. Semua harus patuh,” ujarnya.

Dilansir dari laman Kementan, data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan potensi produksi awal tahun 2026 yang masih menjanjikan. Pada periode Januari–Maret 2026, potensi produksi padi diperkirakan mencapai 17,65 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat 2,41 juta ton atau naik 15,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, potensi produksi beras pada Januari–Maret 2026 diperkirakan sebesar 10,16 juta ton, meningkat 1,39 juta ton atau 15,79 persen dibandingkan Januari–Maret 2025.

Untuk memastikan kebijakan harga berjalan efektif, pemerintah memperkuat pengawasan stok dan distribusi melalui kolaborasi lintas kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta Satgas Pangan. Pengawasan difokuskan pada rantai distribusi utama guna menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.

“Kalau ada yang mencoba menaikkan harga, pemerintah bersama Satgas Pangan akan menindak tegas. Pengawasan difokuskan pada sumber distribusi besar, bukan pedagang kecil. Yang diperiksa adalah pabrik, distributor utama, dan rantai pasok hulunya,” tegas Mentan Amran.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Isy Karim menyatakan dukungan terhadap instruksi tersebut. Ia menekankan pentingnya monitoring intensif di pasar dan meminta pemerintah daerah segera melaporkan apabila terjadi lonjakan harga yang tidak sejalan dengan kondisi stok.

“Kalau harga melonjak tapi stok cukup, tentu bisa diambil tindakan. Segera laporkan ke pusat agar bisa dilakukan suplai dari daerah lain atau melalui BUMN pangan, sehingga harga tidak bergejolak,” ujarnya.

Sebagai bagian dari strategi stabilisasi, pemerintah mulai melaksanakan Gerakan Pangan Murah Serentak di seluruh Indonesia. Program ini menjadi langkah intervensi langsung di pasar untuk memastikan masyarakat memperoleh pangan yang cukup, aman, dan terjangkau selama Ramadan dan Idulfitri 2026. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Kemendikdasmen Dorong LKP Mendunia, Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

Ekonomi

Terduga Anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya Diamankan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026

Ekonomi

Kementan dan BUMN Perkuat Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Bone

Ekonomi

Prabowo Terima Menlu Türkiye Hakan Fidan, Bahas Palestina hingga Stabilitas Timur Tengah

Ekonomi

Personel Ops Damai Cartenz Gelar Patroli Humanis di Distrik Muara Puncak Jaya

Ekonomi

Bupati Taput Buka FGD Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Daerah 2027-2045