Jakarta (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan dialog interaktif melalui konferensi video dengan sejumlah perwakilan Kepolisian Daerah (Polda) di berbagai wilayah Indonesia, Jumat.Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peresmian 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri, serta peletakan batu pertama (groundbreaking) 107 SPPG Polri yang dipusatkan di SPPG Polri Palmerah, Jakarta.Dalam dialog tersebut, jajaran Polda Metro Jaya melaporkan pengembangan ekosistem rantai pasok bahan baku SPPG di Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muara Gembong, Bekasi.Pada lahan seluas 49 hektare, dikembangkan budidaya ikan nila dan bandeng, udang windu dan vaname, ayam petelur, serta ternak kambing secara terpadu.“Area ekosistem yang dirintis sejak 15 September 2025 melalui kerja sama pinjam pakai lahan terdiri dari budidaya ikan, udang, ayam petelur, dan ternak kambing. Hari ini dilaksanakan panen raya 108 ribu ekor ikan nila dan bandeng, 600 ribu ekor udang, 1.000 ayam petelur, dan 100 ekor kambing yang akan didistribusikan ke 57 SPPG Polda Metro Jaya,” ujar perwakilan Polda Metro Jaya.Presiden Prabowo mengaku bangga dan bahagia melihat langsung ekosistem pangan yang terbangun.Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga mendukung pemenuhan gizi anak-anak serta membuka peluang kerja bagi masyarakat.“Saya sangat bahagia hari ini, saya sangat bangga. Ini luar biasa. Ini juga akan mengamankan kita semua, mengamankan ketahanan pangan kita, juga membantu rakyat kita, membantu gizi anak-anak kita. Ini sesuatu yang sangat penting,” ujar Presiden.Dari kawasan timur Indonesia, Polda Papua Barat melaporkan pembangunan delapan SPPG, termasuk enam di wilayah terpencil dan tertinggal, terdepan, terluar (3T).Di Kampung Wamesa, Kabupaten Kaimana, pembangunan dilakukan dengan tantangan geografis dan cuaca ekstrem, di mana distribusi material ditempuh melalui jalur darat dan laut selama 40 hingga 60 menit.“Kami mempersiapkan operasionalisasi SPPG 3T ini dengan mengurai rantai pasok dari sumber lokal seperti sayur, ikan, daging rusa, dan buah, serta sebagian dari luar wilayah seperti Surabaya untuk beras, ayam, telur, dan susu. Mudah-mudahan SPPG di sini dapat berjalan dengan baik melayani masyarakat,” ujar Wakapolda Papua Barat.Calon penerima manfaat di Kampung Wamesa yang terdiri atas siswa TK dan SD, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita, menyampaikan antusiasme mereka menyambut operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).“Terima kasih Bapak Presiden sudah bangun dapur MBG di kampung kami. Kami tunggu MBG-nya di sekolah kami,” ujar para pelajar SD YPK Betlehem, Wamesa.Sementara itu, Polda Kalimantan Selatan melaporkan pembangunan 35 SPPG, termasuk 10 di daerah terpencil dan pondok pesantren.Pengelolaan keamanan pangan dilakukan komprehensif, mulai dari deteksi alergen, pengawasan kesehatan oleh dokter kepolisian, hingga pemanfaatan limbah menjadi eco-enzyme dan pakan ternak.Di Jawa Tengah, Polda Jawa Tengah tercatat sebagai polda dengan jumlah SPPG terbanyak. Fasilitas tersebut juga hadir di pondok pesantren serta wilayah terdampak banjir sebagai bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat.Adapun dari Jawa Timur, Polda Jawa Timur melaporkan peresmian Gedung Ketahanan Pangan Polri di Mojokerto yang menjadi gudang khusus jagung pertama di provinsi tersebut. Pengelolaan dilakukan secara profesional bersama Perum Bulog untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.Menutup dialog, Presiden Prabowo menegaskan bahwa stabilitas negara sangat bergantung pada ketahanan pangan yang kuat. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Polri atas kerja nyata hingga ke pelosok negeri.“Ini prestasi luar biasa dan sangat penting bagi stabilitas serta ketahanan pangan. Negara aman kalau pangannya aman. Teruskan pengabdianmu dengan sebaik-baiknya. Jadikan Polri selalu di tengah rakyat, penggerak, pengaman, penjaga keselamatan bangsa,” tutup Presiden. (DKI1)
Editor
: Dirgahayu Ginting