Jakarta (buseronline.com) - PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya mendukung visi pemerintah dalam program Asta Cita, khususnya pencapaian swasembada energi serta penguatan ekonomi masyarakat melalui kolaborasi berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan jajaran direksi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu.Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyampaikan sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina terus meningkatkan layanan energi kepada masyarakat, termasuk melalui penguatan struktur bisnis perusahaan.Salah satu langkah strategis yang dilakukan yakni integrasi bisnis hilir melalui pembentukan Subholding Downstream guna memperkuat rantai pasok, meningkatkan efisiensi, serta memastikan ketahanan operasional jangka panjang.“Melalui dukungan berbagai pihak dan setelah melalui pertimbangan yang matang, kami melakukan integrasi bisnis hilir melalui Subholding Downstream untuk memperkuat sistem distribusi energi nasional,” ujar Simon.RDP juga membahas peran Pertamina dalam penanggulangan bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatra serta partisipasi dalam Program Koperasi Desa Merah Putih. Dukungan tersebut diarahkan memperkuat ekosistem distribusi energi di desa dan memastikan akses energi merata.“Pertamina melakukan koordinasi lintas pemangku kepentingan agar program berjalan tertib, tepat sasaran, dan memberi dampak langsung bagi masyarakat,” tambahnya.Keberlangsungan distribusi BBM subsidi turut menjadi sorotan dalam RDP. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, menyampaikan temuan lapangan saat inspeksi mendadak di SPBU KM 13 Kecamatan Balikpapan Utara, di mana ditemukan antrean truk beroda 10 hendak mengisi solar subsidi.Setelah ditelusuri, kendaraan tersebut seharusnya menggunakan solar industri atau tidak berhak memperoleh subsidi. Berdasarkan regulasi, solar subsidi diperuntukkan bagi angkutan umum serta kendaraan pengangkut bahan pokok tertentu.“Antrean sengaja dilakukan bukan karena pasokan atau pelayanan Pertamina kurang, namun mereka sengaja mengantre untuk mengambil selisih dari harga solar subsidi. Sehingga berapapun yang dikirim Pertamina pasti akan habis,” ujar Nurdin.Sementara itu, dilansir dari laman Pertamina, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengapresiasi gerak cepat Pertamina dalam menangani penyaluran energi di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.“Saya ucapkan terima kasih atas gerak cepat Pertamina membantu permasalahan bencana di Sumatra Barat, Aceh dan Sumatra Utara. Pengiriman BBM direspon cepat oleh Pertamina. Pertamina merupakan salah satu BUMN yang responsif,” ujarnya.Sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, Pertamina berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program yang berdampak langsung pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi perusahaan yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan melalui penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting