Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong pengusaha hotel dan restoran yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk memperkuat kolaborasi dalam mempercepat pengembangan sektor pariwisata, khususnya wisata berkelanjutan dan ekonomi halal berbasis syariah.Ajakan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, saat mewakili Gubernur Jawa Tengah pada acara Welcoming Dinner Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PHRI di Grhadika Bhakti Praja, Kota Semarang, Senin malam.Sumarno menegaskan, sektor pariwisata dan ekonomi syariah akan menjadi prioritas utama pembangunan daerah pada 2027, sehingga diperlukan sinergi kuat antara pemerintah dan pelaku usaha.“Bagi kami, momentum ini sangat sejalan dengan program Pak Gubernur. Pada 2027 nanti, kita akan lebih fokus pada pengembangan pariwisata dan ekonomi syariah,” ujarnya.Ia menjelaskan, dilansir dari laman Jatengprov, struktur pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah saat ini masih didominasi sektor konsumsi. Karena itu, peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dinilai menjadi kunci untuk mendongkrak daya beli masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian UMKM.“Pariwisata adalah pintu utama untuk meningkatkan konsumsi di Jawa Tengah. Dengan kunjungan yang lebih banyak, otomatis konsumsi meningkat dan dampaknya langsung dirasakan pelaku UMKM,” tambahnya.Sebagai bentuk keseriusan, Pemprov Jateng telah melakukan reorganisasi birokrasi dengan membentuk Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif.Integrasi tersebut diharapkan mampu menciptakan sinergi antara pelestarian budaya, pengembangan destinasi, serta penguatan ekonomi kreatif secara berkelanjutan.Selain wisata syariah, Sumarno juga menyoroti potensi sport tourism atau wisata olahraga sebagai strategi efektif menarik wisatawan. Ia mendorong pemerintah kabupaten/kota rutin menggelar event olahraga, khususnya lomba lari.“Kami sudah mendorong hampir seluruh daerah untuk mengadakan event lari, baik road run maupun trail run. Ini cara paling mudah untuk mendatangkan orang,” tuturnya.Sumarno juga mengapresiasi dipilihnya Jawa Tengah sebagai tuan rumah Rakernas PHRI dan berharap forum nasional tersebut mampu menghasilkan langkah konkret untuk mempercepat pembangunan sektor pariwisata.“Kami minta bantuan rekan-rekan PHRI dari seluruh Indonesia untuk menginformasikan potensi wisata Jawa Tengah kepada khalayak luas,” katanya.Sementara itu, Ketua Umum BPP PHRI, Hariyadi BS Sukamdani, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemprov Jateng dalam penyelenggaraan Rakernas. Ia juga menyampaikan sejumlah aspirasi pelaku usaha agar iklim bisnis pariwisata semakin sehat dan kondusif.Hariyadi berharap pemerintah daerah turut mengawal dinamika regulasi, termasuk perubahan Klasifikasi Baku Lapangan Kerja Indonesia (KBLI), agar tersosialisasi dengan baik kepada pelaku usaha.Selain itu, ia menekankan pentingnya standarisasi akomodasi seperti homestay agar sesuai fungsi dan tidak menimbulkan tumpang tindih dengan industri perhotelan.“Problem ini memang urusan pemerintah pusat, tapi mungkin sebagai pemprov perlu tahu juga,” pungkasnya.Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri, diharapkan sektor pariwisata Jawa Tengah mampu tumbuh lebih cepat, berkelanjutan, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting