Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Nawal Yasin Tonjolkan Produk Unggulan Jateng dan Kreativitas Pengrajin Perempuan di Inacraft 2026

Dirgahayu Ginting - Jumat, 06 Februari 2026 06:00 WIB
Ketua Dekranasda Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin meninjau dan berinteraksi dengan pelaku UMKM saat mengunjungi Paviliun Jawa Tengah pada ajang Inacraft 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (4/2/2026). (Dok/Jatengprov)

Jakarta (buseronline.com) - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah kembali ambil bagian dalam ajang pameran kerajinan terbesar se-Asia Tenggara, The Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2026, dengan membawa puluhan produk kriya dan wastra unggulan hasil karya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang mayoritas merupakan pengrajin perempuan.

Pameran yang berlangsung pada 4–8 Februari 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) tersebut menjadi etalase penting untuk mempromosikan kekayaan kerajinan Jawa Tengah agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

Ketua Dekranasda Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mengatakan partisipasi pihaknya dalam Inacraft merupakan bentuk konsistensi pemerintah daerah dalam mendorong promosi sekaligus pemberdayaan pelaku UMKM kerajinan.

“Kami menghadirkan beberapa produk unggulan Jawa Tengah, termasuk batik. Bukan hanya kain, tapi sudah dalam bentuk ready to wear (siap pakai) dan beragam aksesori,” ujar Nawal usai opening ceremony Inacraft 2026, Rabu.

Pada gelaran tersebut, dilansir dari laman Jatengprov, Paviliun Jawa Tengah menempati Assembly Hall dengan menghadirkan 22 stan dari 14 kabupaten/kota. Beragam produk unggulan hasil kurasi dipamerkan, mulai dari batik, fesyen, aksesori, hingga kerajinan berbasis serat alam dan kayu yang mengangkat kearifan lokal.

Salah satu produk andalan yang ditampilkan adalah Batik Rifaiyah asal Kabupaten Batang. Batik tersebut dikenal sebagai warisan budaya bernilai sejarah tinggi yang telah berkembang selama ratusan tahun.

Selain mempromosikan produk, Inacraft 2026 juga menjadi ruang pemberdayaan perempuan. Sejalan dengan tema tahun ini, “Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft”, Dekranasda Jateng menonjolkan peran perempuan sebagai pelaku utama industri kerajinan.

Nawal menyebutkan, dari total 69 UMKM yang dibawa ke Paviliun Jawa Tengah, sekitar 90 persen merupakan pengrajin perempuan.

“Kami membawa 69 UMKM pada Paviliun Jawa Tengah, dan 90 persennya adalah pengrajin perempuan. Ini menjadi semangat womenpreneur yang kami dorong, di mana perempuan berperan sebagai kreator sekaligus penggerak ekonomi keluarga,” ungkapnya.

Ia menambahkan, konsep tersebut memberikan ruang apresiasi bagi perempuan sebagai kreator, inovator, sekaligus pelaku usaha yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.

Dekranasda Jateng juga berkomitmen terus mengikutsertakan produk kerajinan daerah dalam berbagai pameran tingkat regional, nasional, hingga internasional. Langkah ini sejalan dengan arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin dalam memperkuat pemberdayaan UMKM dan menggeliatkan sektor ekonomi kreatif.

Melalui keikutsertaan di Inacraft, produk kriya dan wastra lokal Jawa Tengah diharapkan semakin dikenal luas serta mampu bersaing di pasar global.

“Kami mengajak seluruh warga Jawa Tengah, masyarakat DKI Jakarta, dan sekitarnya untuk hadir dan mengunjungi Paviliun Jawa Tengah di Inacraft,” pungkas Nawal. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Momen HUT ke-80 TNI AU, Pesawat Presiden Prabowo Dikawal Enam Jet Tempur

Ekonomi

PMI Siap Salurkan Bantuan untuk Warga Iran

Ekonomi

Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, Perkuat Daya Saing dan Akses Pasar

Ekonomi

Pertamina Borong PROPER 2026, Sabet 14 Emas dan 108 Hijau

Ekonomi

Jabar Bangun PSEL di Sarimukti dan Kayumanis, Sampah Diolah Jadi Listrik

Ekonomi

Bupati Taput Tegaskan Disiplin ASN dan Optimalisasi Aset Daerah