Rembang (buseronline.com) - Bupati Rembang Harno mengapresiasi penyelenggaraan kontes kambing terbesar yang digelar di Gedung Haji Rembang, Minggu. Kegiatan tersebut dinilai mampu mendorong peningkatan kualitas ternak sekaligus mempopulerkan kambing kontes sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat.Dilansir dari laman Diskominfo Jateng, Bupati Harno menilai, kontes ternak tidak hanya menjadi ajang adu kualitas dan prestise bagi para peternak, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang menjanjikan. Bahkan, nilai jual kambing kontes disebut dapat melampaui harga sapi.“Harganya ternyata bisa melebihi harga sapi. Ada yang mencapai Rp50 juta bahkan sampai miliaran rupiah. Dulu saya pernah memelihara kambing lokal, melihat ini jadi ingin beli lagi. Tapi memang merawat kambing kontes perlu ketelatenan dan kesabaran,” ujar Harno.Ia berharap, kegiatan kontes ternak semacam ini dapat terus digelar secara berkelanjutan. Selain meningkatkan kualitas genetik kambing, ajang tersebut juga diharapkan mampu menjaga stabilitas harga kambing di pasaran dan mendorong tumbuhnya sektor ekonomi turunan.“Kegiatan seperti ini bisa membantu peternak menjaga harga tetap stabil. Dampaknya juga terasa ke sektor lain, seperti pakan ternak, jasa perawatan, hingga perdagangan hewan ternak,” imbuhnya.Sementara itu, Ketua Perkumpulan Peternak Kambing Kaligesing Nasional (Perkanas) DPD Rembang, Rukani, mengatakan kontes kambing digelar sebagai wadah silaturahmi, kolaborasi, dan motivasi bagi para peternak di Kabupaten Rembang dan sekitarnya.“Sekarang sudah ada wadah Perkanas DPD Rembang. Peternak bisa berdiskusi, saling berbagi pengalaman, dan bersama-sama meningkatkan kualitas ternak yang dimiliki,” jelas Rukani.Kontes kambing yang mengusung tema Bangkit Bareng Bolo Ternak Rembang tersebut mempertandingkan lima nomor lomba, baik untuk kategori kambing jantan maupun betina. Ratusan peserta dari berbagai daerah turut ambil bagian, tidak hanya dari Kabupaten Rembang, tetapi juga dari daerah sekitar seperti Pati dan Blora.Melalui kegiatan ini, Rukani berharap para peternak semakin terdorong untuk meningkatkan mutu bibit, manajemen pemeliharaan, serta strategi pemasaran ternak. Dengan demikian, sektor peternakan kambing diharapkan mampu menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat Kabupaten Rembang.“Kami ingin peternak kambing di Rembang semakin maju dan berdaya saing, serta menjadikan kambing sebagai komoditas unggulan daerah,” pungkasnya. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting