Bandung (buseronline.com) - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mendorong Bank BJB untuk memperkuat kemitraan dengan perusahaan-perusahaan yang berkontribusi pada investasi di Jawa Barat. Hal ini dinilai akan menjadikan bank pembangunan daerah itu sebagai salah satu bank terbesar dan tersehat di Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Dedi saat menghadiri Business Review Semester II Tahun 2025 dan Executive Workshop 2026 Bank BJB, yang digelar di Bale Pakuan, Bandung, Jumat.
“Bank BJB harus masuk ke area industri yang hari ini mencatatkan investasi tertinggi di Jabar. Jika semuanya menjadi mitra, BJB akan menjadi bank terbesar dan sehat,” ujar Dedi.
Data dari Kementerian Investasi/BKPM RI menunjukkan bahwa Jawa Barat masih menjadi tujuan investasi terbesar di Indonesia sepanjang 2025. Realisasi investasi di provinsi ini mencapai Rp296,8 T, atau 109,9 persen dari target. Dari total tersebut, Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp147,02 T, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp149,8 T.
Menurut Dedi, dilansir dari laman Humas Jabar, kepercayaan investor menanamkan modal di Jawa Barat harus dimanfaatkan Bank BJB untuk memperluas jaringan kemitraan, baik dengan investor asing maupun domestik.
Selain sektor industri, Dedi juga mengajak Bank BJB untuk bermitra dengan pemerintah provinsi dalam program pembangunan sosial. “Kami ingin Bank BJB bermitra dalam membangun rumah untuk rakyat miskin, mendirikan sekolah baru, menyekolahkan anak yatim, dan membantu pelaku UMKM,” ujarnya.
Dedi menekankan, kesuksesan sebuah bank tidak hanya ditentukan oleh skala usaha, tetapi juga kualitas manajemen dan visi dari jajaran komisaris serta lingkungan perbankan yang sehat. “Bank yang sehat dan visioner lahir dari manajemen, jajaran komisaris, dan lingkungan perbankan yang sehat serta visioner,” pungkasnya.
Dengan dorongan tersebut, diharapkan Bank BJB mampu memperkuat posisi sebagai bank pembangunan yang inovatif sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat. (R)