Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat merespons bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah.
Bantuan logistik senilai ratusan juta rupiah langsung dikirimkan ke empat daerah terdampak, yakni Kabupaten Kendal, Kabupaten Batang, Kabupaten Pemalang, dan Kota Pekalongan, guna memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
Bantuan tersebut mulai didistribusikan pada Sabtu, sebagai bentuk dukungan Pemprov Jateng kepada pemerintah kabupaten/kota dalam memperkuat penanganan kebencanaan di wilayah masing-masing.
Dilansir dari laman Diskomdigi Jateng, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan sesuai instruksi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi agar pemerintah provinsi sigap hadir di tengah masyarakat saat terjadi bencana.
“Bantuan kami salurkan tidak hanya untuk Kendal, tetapi juga Batang, Pemalang, dan Kota Pekalongan. Hari ini seluruhnya sudah kami dropping,” ujar Imam Maskur.
Ia menjelaskan, besaran bantuan logistik yang disalurkan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan masing-masing daerah terdampak serta ketersediaan stok bantuan di pemerintah kabupaten/kota setempat.
Untuk Kabupaten Kendal, Pemprov Jateng menyalurkan bantuan senilai Rp80.634.760. Sementara Kabupaten Batang menerima bantuan sebesar Rp131.964.010, Kabupaten Pemalang Rp171.390.415, dan Kota Pekalongan sebesar Rp65.130.491.
Seluruh bantuan tersebut diserahkan kepada Dinas Sosial masing-masing daerah untuk dikelola dan didistribusikan lebih lanjut kepada warga terdampak.
“Kendal masih memiliki stok logistik yang cukup, sedangkan Pemalang lebih besar karena persediaannya menipis. Jika ke depan masih ada kekurangan, kami siap menambah bantuan,” jelas Imam.
Adapun jenis bantuan logistik yang dikirimkan meliputi makanan siap saji, lauk pauk, tenda keluarga dan tenda serbaguna, kasur, selimut, family kit, serta pakaian anak-anak. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga yang terdampak banjir.
Selain penyaluran logistik, Dinas Sosial Jawa Tengah juga mendirikan dapur umum di wilayah yang mengalami kesulitan pemenuhan kebutuhan pangan. Salah satunya didirikan di Kabupaten Pemalang dengan kapasitas produksi hingga 4.000 bungkus makanan per hari.
Di luar dapur umum milik Pemprov Jateng, masyarakat setempat bersama relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana), Pramuka, serta unsur terkait lainnya turut mendirikan enam dapur umum mandiri untuk membantu pemenuhan kebutuhan warga. Hingga saat ini, belum dilaporkan adanya pengungsian akibat banjir di wilayah tersebut.
Terkait puncak musim hujan yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga Februari 2026, Imam Maskur menegaskan pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi, termasuk kesiapan logistik dan dukungan anggaran.
“Musim hujan masih panjang. Logistik bantuan kami siapkan, baik dari APBD Jawa Tengah maupun dukungan Kementerian Sosial. Termasuk santunan bagi korban meninggal dunia dan rumah hanyut, sudah kami koordinasikan,” pungkasnya.
Pemprov Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk terus siaga dan hadir membantu masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, demi memastikan keselamatan dan kesejahteraan warga tetap terjaga. (R)