Bogor (buseronline.com) - Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk segera melakukan pembebasan lahan jalur khusus angkutan tambang sebagai solusi nyata dan berkelanjutan atas keresahan masyarakat Bogor Barat akibat dampak aktivitas kendaraan tambang.
Penegasan tersebut disampaikan Rudy Susmanto saat berdialog langsung dengan perwakilan masyarakat serta perwakilan pendemo dari sejumlah kecamatan, yakni Cigudeg, Parungpanjang, dan Rumpin, di Kantor Kecamatan Cigudeg, Senin.
Dalam pertemuan tersebut, dilansir dari laman Diskominfo Bogor, Rudy memastikan bahwa salah satu aspirasi utama masyarakat, yakni pembangunan jalan khusus angkutan tambang, telah menemukan titik terang.
Ia menegaskan bahwa pembebasan lahan jalur tambang telah masuk dan dianggarkan dalam postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2026.
Menurut Rudy, pembebasan lahan jalur khusus tambang tersebut telah direncanakan secara matang dan akan dibiayai melalui APBD 2026. Kebijakan ini diambil untuk memisahkan jalur angkutan tambang dari kawasan permukiman warga guna menjamin keselamatan, ketenangan, serta kenyamanan masyarakat.
“Pembebasan lahan jalur khusus tambang ini akan segera kami lakukan sebagai solusi nyata dan berkelanjutan. Seluruh prosesnya akan dilaksanakan secara transparan, melibatkan berbagai pihak terkait, serta memperhatikan aspek hukum, sosial, dan lingkungan,” tegas Rudy.
Ia menambahkan, Pemkab Bogor akan terus membuka ruang dialog dengan masyarakat, tokoh setempat, serta para pelaku usaha pertambangan agar kebijakan yang diambil dapat berjalan adil, terukur, dan berkelanjutan.
Rudy juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait operasional pertambangan di wilayah Bogor Barat dalam beberapa bulan terakhir.
“Sejak beberapa bulan terakhir kami terus berkomunikasi secara intensif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait operasional tambang di wilayah Bogor Barat. Alhamdulillah, respons dari Bapak Gubernur Jawa Barat sangat baik dan konstruktif,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa setiap aspirasi masyarakat, termasuk yang disampaikan melalui aksi penyampaian pendapat, menjadi perhatian serius Pemkab Bogor dan langsung ditindaklanjuti melalui koordinasi aktif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Mudah-mudahan setelah proses appraisal selesai, kami dapat segera melakukan pembayaran pembebasan lahan. Ini adalah langkah konkret agar aktivitas tambang tidak lagi berdampak langsung pada jalan umum dan keselamatan masyarakat,” jelas Rudy.
Pembangunan jalur khusus angkutan tambang tersebut dinilai sebagai langkah strategis jangka panjang untuk menjaga ketertiban lalu lintas, meningkatkan keamanan lingkungan, serta mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat Bogor Barat.
“Bogor adalah rumah kita bersama. Pemerintah hadir untuk memberi kepastian, bukan sekadar wacana. Kami berkomitmen mengawal proses ini sampai benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Bupati Bogor. (R)