Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Aglomerasi Jadi Kunci, Gubernur Luthfi Perkuat Potensi Desa untuk Majukan Pariwisata Jateng

Dirgahayu Ginting - Sabtu, 10 Januari 2026 06:22 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan arahan terkait pengembangan pariwisata berbasis aglomerasi dan desa wisata di Semarang, Kamis (8/1/2026). (Dok/Humas Jateng)

Semarang (buseronline.com) - Sektor pariwisata Jawa Tengah terus menunjukkan peningkatan performa. Berdasarkan riset CNBC Indonesia Research, provinsi ini menempati posisi teratas dalam hal total pendapatan dari objek daya tarik wisata komersial.

Peningkatan tersebut sejalan dengan tingginya jumlah kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, ke berbagai destinasi populer di wilayah ini.

Dilansir dari laman Humas Jateng, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan, strategi pengembangan pariwisata menitikberatkan pada keterpaduan antarwilayah (aglomerasi) serta penguatan potensi desa wisata.

Langkah ini dinilai memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Salah satu upaya untuk menaikkan PAD kita, di antaranya adalah dengan memperkuat dan memperbanyak objek wisata,” ujar Gubernur Luthfi di kantornya, Kamis.

Menurut Luthfi, Jawa Tengah memiliki keunggulan komparatif melalui pengembangan kawasan aglomerasi pariwisata yang terintegrasi. Beberapa contohnya adalah kawasan Kopeng dan Rawapening di Kabupaten Semarang, serta kawasan Borobudur di Kabupaten Magelang. Selain itu, pengembangan desa wisata dijadikan tulang punggung pemerataan ekonomi pariwisata di provinsi ini.

“Kita punya aglomerasi wisata Kopeng, Borobudur, sama Rawapening. Kita punya seribu desa wisata,” jelas Luthfi.

Pengembangan desa wisata dilakukan secara bertahap dan berjenjang. Desa yang awalnya berskala lokal didorong untuk naik kelas menjadi destinasi regional hingga internasional.

Pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota telah menetapkan desa wisata melalui surat keputusan kepala daerah sebagai dasar pembinaan dan pengembangan.

Selain wisata berbasis alam dan sejarah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mendorong diversifikasi produk pariwisata untuk memperluas segmentasi pasar. Di antaranya wisata kuliner, wisata budaya, serta wisata ramah muslim. Strategi ini menjadi bagian dari penguatan daya saing pariwisata Jawa Tengah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah kunjungan wisatawan nusantara ke Jawa Tengah pada 2024 mencapai 68,88 juta orang, meningkat 22 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara kunjungan wisatawan mancanegara naik 28 persen, menjadi 593.168 orang.

Sejumlah destinasi unggulan seperti Masjid Syeikh Zayed Surakarta, Kota Lama Semarang, Candi Prambanan, kawasan Borobudur, dan Dieng menjadi magnet utama kunjungan wisatawan, sekaligus memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai provinsi unggul di sektor pariwisata nasional. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Pemkab Taput Lakukan Monitoring Harga Pupuk Bersubsidi ke Pasar Tarutung

Ekonomi

Pemprov Sumut Perkuat Program Keluarga dan KB Dukung Indonesia Emas 2045

Ekonomi

Peran Desa Diperkuat, Pemerintah Genjot Eliminasi TB

Ekonomi

Darurat TB di Indonesia, Pemerintah Percepat Eliminasi Nasional

Ekonomi

Nawal Arafah Yasin Ajak Santri Jadi Penggerak Literasi Pesantren

Ekonomi

Nawal Yasin Tulis Pesan Inspiratif pada Halalbihalal IGPAUD Muslimat NU Kaliwungu