Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) bersiap mengebut penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Seluruh perangkat daerah diminta segera menyiapkan langkah-langkah teknis agar pelaksanaan program dan kegiatan dapat berjalan optimal sejak awal tahun.
Dilansir dari laman Humas Jateng, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan bahwa APBD 2026 telah resmi ditetapkan dan hasil evaluasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga telah diterima.
“Kita sudah memasuki tahun 2026. Alhamdulillah, APBD sudah ditetapkan, dan evaluasi Kemendagri juga sudah turun,” kata Sumarno saat memimpin Apel Pagi di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin.
Sumarno menekankan pentingnya percepatan persiapan, khususnya pada proses pengadaan barang dan jasa. Ia meminta Biro Administrasi Pengadaan Barang dan Jasa (APBJ) untuk lebih awal menyiapkan seluruh tahapan pengadaan pada tahun anggaran 2026.
Menurutnya, kesiapan sejak dini akan berdampak langsung pada kualitas pelaksanaan program serta efektivitas kegiatan yang telah direncanakan oleh masing-masing perangkat daerah.
“Mudah-mudahan dengan kesiapan yang lebih baik, tentu saja harapannya apa yang kita lakukan jauh lebih baik daripada tahun 2025, maupun tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Sumarno juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemprov Jateng atas pelaksanaan tugas sepanjang tahun 2025 yang dinilainya berjalan dengan baik. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah.
“Alhamdulillah, secara keseluruhan bisa berjalan dengan baik. Tentu saja tidak lepas dari partisipasi dari teman-teman semua,” ucapnya.
Terkait telah terbitnya Peraturan Daerah (Perda) tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang baru, Sumarno berharap perubahan tersebut dapat disikapi secara profesional dan tidak menimbulkan dinamika yang menghambat kinerja pemerintahan.
“Secara konsep, tentu saja kami berharap ini tidak ada dinamika yang aneh-aneh. Kami mohon teman-teman bisa menyiapkan untuk APBD tahun 2026 dengan baik,” pesannya.
Sebagai informasi, struktur APBD Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2026 mencatat total pendapatan daerah sebesar Rp23,74 T. Sementara total belanja daerah direncanakan mencapai Rp24,15 T, sehingga terdapat defisit sebesar Rp414,5 M. Defisit tersebut akan ditutup melalui pembiayaan daerah dengan nilai yang sama, sehingga Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SiLPA) ditargetkan nihil.
Dengan kesiapan awal dan sinergi seluruh perangkat daerah, Pemprov Jateng optimistis penyerapan APBD 2026 dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan serta pelayanan publik di Jawa Tengah. (R)