Jayapura (buseronline.com) - Polda Papua menyalurkan 852 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke enam provinsi di wilayah Papua Raya sebagai langkah menjaga ketersediaan bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Penyaluran ini merupakan bagian dari total 2.700 ton beras SPHP yang akan didistribusikan secara bertahap.Distribusi beras dilakukan ke seluruh kabupaten/kota di enam provinsi, yakni Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Barat, dan Papua Barat Daya.Langkah ini bertujuan memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga stabil di tengah meningkatnya kebutuhan akhir tahun.Wakapolri Komjen Pol Prof Dr Dedi Prasetyo menegaskan bahwa Polri bersama pemerintah terus bekerja menjaga stabilitas harga dan suplai pangan di Papua.“Beras SPHP ini untuk menjamin ketersediaan beras dengan harga terjangkau, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru. Masyarakat harus tetap bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang wajar,” ujar Wakapolri saat doorstop di Jayapura, Selasa.Selain beras, Wakapolri menyampaikan bahwa Menteri Perdagangan juga telah memerintahkan penyaluran minyak goreng ke Papua sebagai bagian dari penguatan stok bahan pokok.Ia menambahkan, Presiden telah menginstruksikan Menteri Pertanian sekaligus Ketua Badan Pangan Nasional untuk memastikan pasokan tetap terjaga tanpa perlu menunggu gudang kosong.“Papua tidak harus menunggu gudang kosong. Dirut Bulog akan terus mengisi gudang-gudang di Papua. Tahun depan, Bulog akan membangun 100 gudang baru di seluruh Indonesia, termasuk di Papua,” jelas Komjen Dedi.Untuk memperkuat sistem penyimpanan pangan, Polri mendukung pembangunan 10 gudang logistik baru pada 2026, salah satunya berlokasi di Papua.Dengan tersedianya pusat penyimpanan yang memadai, suplai bahan pokok diharapkan lebih aman dan stabil.Wakapolri juga menyoroti upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani lokal Papua melalui pengembangan komoditas kopi, kakao, dan kelapa.Program tersebut telah disiapkan oleh Pemprov Papua sebagai langkah memperkuat kedaulatan pangan dan ekonomi masyarakat.“Pemerintah menyiapkan dukungan penuh untuk komoditas kopi, kakao, dan kelapa. Peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua adalah hal yang sangat disyukuri bersama,” ujarnya.Terkait distribusi pangan di wilayah rawan gangguan keamanan, Wakapolri memastikan bahwa suplai akan tetap berjalan aman dengan pengawalan TNI–Polri. Pola distribusi alternatif juga disiapkan untuk daerah sulit dijangkau.“Daerah yang rawan akan kita suplai dengan pola khusus. Tidak hanya jalur darat, tetapi juga jalur udara dan laut kami siapkan. Semua plan A dan plan B siap dijalankan,” tegasnya.Polri memastikan bahwa akses pangan bagi seluruh masyarakat Papua, termasuk di distrik terjauh, menjadi prioritas utama sesuai arahan Presiden.Upaya kolaboratif antara pemerintah pusat, TNI, Polri, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya terus dioptimalkan demi menjaga ketahanan pangan Papua Raya. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting