Semarang (buseronline.com) - Ribuan petani dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah serta sejumlah perwakilan daerah lain di Indonesia memadati GOR Jatidiri Semarang pada puncak acara Gebyar Tani Merdeka 2025, Minggu.Dalam gelaran akbar tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima Penghargaan Kepala Daerah Swasembada Pangan dengan Surplus Padi, sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan menjaga ketahanan pangan daerah.Dalam sambutannya, Gubernur Luthfi menegaskan bahwa Gebyar Tani Merdeka bukan sekadar acara seremonial, melainkan momentum penting untuk memperkuat komitmen DPW Tani Merdeka Jawa Tengah.“Hari ini pengurus Tani Merdeka harus cancut tali wondo, harus segera melakukan perubahan-perubahan bagi masyarakat tani. Jauh-jauh 35 kabupaten/kota ke sini, menonton pengurus kita untuk segera bergerak,” ujar Luthfi.Ia menekankan agar seluruh pengurus segera turun ke lapangan, bekerja bersama petani, dan memastikan berbagai program benar-benar menyentuh tingkat akar rumput.“Kita sebagai pengurus tidak boleh menjadi ndoro. Silakan turun, cek apakah tersiernya masyarakat sudah sampai ke petani,” tegasnya.Luthfi menyoroti persoalan irigasi tersier yang masih menjadi pekerjaan rumah besar di Jawa Tengah. Ia meminta Dinas Pertanian serta dinas terkait memperkuat sinergi dengan Tani Merdeka untuk mengawal perbaikan sistem irigasi dan memastikan petani mendapat manfaat langsung.“Para petani yang kini menjadi pengurus juga harus ikut turun melakukan monitoring lapangan. Kalau perlu, turun sama saya nanti,” tandasnya.Gubernur menegaskan komitmennya untuk terus memberdayakan dan menyejahterakan petani sebagai bagian dari program swasembada pangan.“Setiap bulir padi yang tumbuh adalah bagian dari ketahanan negara. Negara yang kuat adalah negara yang berdaulat pangan,” ungkapnya.Ia mendorong Jawa Tengah menjadi contoh kedaulatan pangan bagi provinsi lain, sekaligus menindaklanjuti seluruh MoU yang telah berjalan. Luthfi menegaskan bahwa seluruh pengurus harus mulai menjalankan program sejak hari berikutnya.“Kita bukan sekadar penanam, tetapi penjaga masa depan bangsa. Semoga hari ini menjadi titik balik dalam memberikan kontribusi bagi petani di wilayah kita,” ucapnya.Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, yang turut hadir, memaparkan sejumlah capaian sektor pertanian nasional yang telah direalisasikan dalam setahun terakhir. Menurutnya, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa berbagai janji kampanye telah mulai diwujudkan oleh pemerintah, terutama oleh Presiden Prabowo Subianto.“Tani Merdeka di Jawa Tengah ini mengingatkan bahwa dalam setahun ini pemerintah telah menunaikan beberapa janji. Pak Prabowo khususnya telah menunaikan beberapa janji kampanye,” ujarnya.Sudaryono mengajak para petani untuk terus mengapresiasi capaian positif sekaligus memberi masukan bila ada kebijakan yang perlu diperbaiki.“Hal baik mari kita sampaikan. Kalau ada kritik, ya kita selesaikan. Tidak semua harus sempurna, satu dua hal yang harus diperbaiki, ya kita perbaiki,” tegasnya.Dengan antusiasme ribuan petani yang hadir dan komitmen pemerintah pusat serta daerah, Gebyar Tani Merdeka 2025 diharapkan menjadi momentum penguatan kedaulatan pangan serta peningkatan kesejahteraan petani Jawa Tengah. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting