Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Triwulan III 2025, Menkeu Purbaya Laporkan Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,04 Persen

Dirgahayu Ginting - Selasa, 25 November 2025 11:09 WIB

Warning: getimagesize(https://www.buseronline.com/cdn/uploads/images/2025/11/IMG-20251124-WA0013.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan apresiasi dengan isyarat jempol saat menyampaikan capaian kinerja ekonomi nasional dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta, Kamis (20/11/2025). (Dok/Kemenkeu)
Jakarta (buseronline.com) - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa perekonomian Indonesia tumbuh 5,04 persen pada triwulan III-2025. Pertumbuhan tersebut didorong oleh kuatnya permintaan domestik, ekspor yang meningkat, investasi yang tetap solid, serta akselerasi belanja pemerintah.“Setelah terkontraksi di tahun 2020, ekonomi kita pulih cepat dan stabil. Dari 2023 hingga 2025, pertumbuhan terjaga di sekitar 5 persen. Ini menunjukkan bahwa Indonesia cukup resilien meskipun dunia masih diliputi ketidakpastian,” ujar Menkeu dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta, Kamis.Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga—komponen terbesar dalam Produk Domestik Bruto (PDB)—tumbuh solid 4,89 persen pada triwulan III-2025. Sementara itu, investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 5,04 persen, mencerminkan optimisme pelaku usaha terhadap prospek ekonomi.“Ekspor meningkat sebesar 9,91 persen dan impor tumbuh lebih rendah sehingga memperkuat dampak net ekspor terhadap perekonomian,” jelas Menkeu.Konsumsi pemerintah juga tercatat tumbuh 5,49 persen, sejalan dengan percepatan realisasi belanja negara pada triwulan III. Sebelumnya, belanja pemerintah minus 1,37 persen pada triwulan I dan minus 0,33 persen pada triwulan II.“Sekarang kita sudah berhasil membalik arah belanja pemerintah, sehingga dampaknya ke ekonomi menjadi positif. Kalau sebelumnya menjadi ngerem, sekarang pemerintah ikut ngegas perekonomian,” tegas Menkeu.Dari sisi produksi, sebagian besar sektor mencatat pertumbuhan yang kuat. Sektor industri manufaktur tumbuh 5,54 persen, didorong oleh permintaan domestik dan ekspor. Sektor perdagangan meningkat 5,49 persen, seiring meningkatnya distribusi barang dan pasokan dalam negeri.Sektor transportasi menjadi salah satu yang tumbuh paling tinggi dengan 8,62 persen, mengikuti meningkatnya aktivitas logistik dari industri pengolahan dan perdagangan. Adapun sektor informasi dan komunikasi tumbuh 9,65 persen, dipicu peningkatan layanan telekomunikasi dan aktivitas digital.Di sisi lain, sektor konstruksi tumbuh stabil di 4,2 persen, didukung percepatan pembangunan infrastruktur dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Sektor pertanian juga mengalami lonjakan dari 1,62 persen pada triwulan II menjadi 4,93 persen pada triwulan III, didorong oleh program prioritas pangan pemerintah.Menkeu menegaskan bahwa kuatnya konsumsi, investasi yang terjaga, dan ekspor yang meningkat merupakan motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.“Mayoritas sektor ekonomi tumbuh positif. Ini menegaskan pemulihan ekonomi Indonesia yang merata dari sisi permintaan domestik maupun global. Dengan seluruh sektor berada di zona positif, perekonomian nasional semakin solid dan terus menunjukkan ketahanan yang kuat,” ujar Menkeu.Purbaya menambahkan bahwa performa ekonomi yang kuat ini tidak lepas dari peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai katalis pertumbuhan dan penjaga stabilitas sistem keuangan.Pemerintah berkomitmen menjaga resiliensi ekonomi melalui kebijakan fiskal yang adaptif, mempercepat putaran ekonomi, mendorong pertumbuhan tinggi, serta melindungi masyarakat dari berbagai tekanan ekonomi global.Sinergi kebijakan juga terus diperkuat bersama otoritas moneter, sektor keuangan, dan lembaga terkait lainnya untuk memastikan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi tetap sejalan dengan program prioritas nasional. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Bupati Taput Tinjau Pemulihan Infrastruktur dan Lahan Hunian Korban Bencana di Adian Koting

Ekonomi

Presiden Prabowo Tiba di Prancis, Awali Kunjungan Resmi Kenegaraan

Ekonomi

998 Personel Gabungan Amankan Perayaan Idul Adha di Kota Bandung

Ekonomi

BGN Gandeng Polri Usut Dugaan Jual Beli Titik SPPG Program MBG

Ekonomi

PKK Jateng Gencarkan Gemarikan untuk Tekan Angka Stunting

Ekonomi

Bareskrim dan PLN: Blackout Sumatera Dipicu Cuaca Ekstrem, Tidak Ada Unsur Sabotase