Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Kolaborasi Gubernur KDM dan KAI Luncurkan Kereta Khusus untuk Petani dan Pedagang Jawa Barat

Dirgahayu Ginting - Senin, 10 November 2025 11:30 WIB
Gubernur Jawa Barat berbincang dengan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) saat membahas rencana kolaborasi program “Kereta Petani dan Pedagang” di Gedung Pakuan, Bandung, Jumat (7/11/2025). (Dok/Humas Jabar)
Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) menghadirkan inovasi baru di sektor transportasi dan ekonomi rakyat melalui program “Kereta Petani dan Pedagang”.Program ini bertujuan mempermudah distribusi hasil pertanian dan peternakan secara efisien, murah, serta ramah lingkungan.Kolaborasi tersebut dibahas langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) bersama Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, dalam pertemuan di Bandung, Jumat.Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, ide menghadirkan “Kereta Petani dan Pedagang” dilatarbelakangi oleh kebutuhan para petani dan pedagang kecil akan sarana distribusi hasil bumi yang cepat dan terjangkau.“Saya ingin satu jalur rel disiapkan khusus untuk petani dan pedagang. Jadi mereka bisa membawa hasil bumi seperti sayur, buah, beras, ayam, dan domba langsung ke pasar tanpa mengganggu penumpang umum,” ujar KDM.Sementara itu, Dirut PT KAI Bobby Rasyidin menyambut baik gagasan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa KAI telah menyiapkan empat unit awal Kereta Petani dan Pedagang dan akan menambah empat unit baru yang akan difokuskan untuk wilayah Jawa Barat.“Empat unit tambahan ini kami siapkan khusus untuk Jawa Barat. Produksinya segera kami jalankan agar program ini bisa terealisasi secepatnya,” jelas Bobby.Menurutnya, desain kereta untuk program ini akan disesuaikan dengan kebutuhan pengangkutan hasil pertanian dan peternakan. Bobby menambahkan, kereta tersebut tidak akan menggunakan sistem pendingin (AC), mengikuti arahan Presiden yang menilai bahwa pendingin dapat berdampak buruk bagi hewan ternak seperti ayam atau domba.“Presiden menyarankan agar kereta jenis ini tidak menggunakan AC, karena dapat membahayakan hasil ternak yang diangkut,” tambahnya.Gubernur KDM menyambut positif langkah tersebut. Ia menilai, keberadaan “Kereta Petani dan Pedagang” akan memberikan manfaat besar bagi petani dan pedagang kecil, terutama di daerah penghasil seperti Cianjur, Subang, Indramayu, dan Cirebon.Ia juga mengusulkan agar jalur angkutan hasil bumi dari Cirebon hingga Jakarta diintegrasikan dengan fasilitas penggilingan beras yang berada di sekitar stasiun.“Bayangkan kalau di dekat stasiun seperti Subang, Indramayu, atau Cirebon ada penggilingan beras. Hasilnya bisa langsung dimuat ke kereta dan dikirim ke Jakarta. Ini akan mempercepat rantai distribusi dan menekan biaya logistik,” terang KDM.Menanggapi hal itu, Dirut KAI menyatakan siap menindaklanjutinya melalui kerja sama formal.“Baik, kita akan buat nota kesepahaman (MoU) untuk program angkutan distribusi barang ini,” ujar Bobby.Sebagai bagian dari langkah awal revitalisasi jalur kereta di Jawa Barat, KAI juga berencana meluncurkan Kereta Wisata Cianjur–Sukabumi pada Desember mendatang.Program tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi rakyat sekaligus memperluas akses transportasi di wilayah selatan Jawa Barat.Dengan adanya kolaborasi ini, Pemprov Jabar dan KAI berharap “Kereta Petani dan Pedagang” dapat menjadi solusi konkret dalam memperkuat ketahanan pangan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Hari Anak Merdeka 2026 di Cigugur, Kemendikdasmen Ajak Murid Rukun dan Berani Bermimpi

Ekonomi

Lebih dari 150 Ribu Warga Padati Istana Merdeka Rayakan HUT ke-81 RI

Ekonomi

Kantor PWI Sumut Kembali Dibobol Maling, Pipa Tembaga AC Dicuri

Ekonomi

Pemprov Sumut Dorong Budaya Menabung Sejak Dini bagi Generasi Muda

Ekonomi

Kemenkes Bangun Rumah Sakit Lapangan di Ruteng, Siapkan 100 Tempat Tidur untuk Korban Gempa

Ekonomi

Mentan Amran Pastikan Stok Beras Pengungsi Gempa NTT Aman hingga Satu Tahun