Bandung (buseronline.com) - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jawa Barat resmi meluncurkan penggunaan transaksi digital QRIS TAP pada angkutan Feeder Metro Jabar Trans (MJT) yang melayani masyarakat di wilayah Bandung dan sekitarnya.Peluncuran yang digelar di Kantor Bank Indonesia Jawa Barat, Jumat, menjadi langkah strategis menuju digitalisasi layanan publik di sektor transportasi.Kolaborasi ini melibatkan Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dinas Perhubungan, PT Jasa Sarana, serta sejumlah perbankan yang mendukung sistem pembayaran digital pada layanan Metro Jabar Trans maupun armada feeder-nya.Inisiatif ini diharapkan tidak hanya mempermudah masyarakat dalam melakukan pembayaran, tetapi juga memperkuat transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas pengelolaan sistem transportasi publik di Jawa Barat.Metro Jabar Trans saat ini beroperasi di enam koridor dengan total 95 unit bus, ditambah 22 armada feeder yang menjangkau kawasan permukiman. Kehadiran feeder MJT mendorong konektivitas antarmoda dan memperluas jangkauan layanan transportasi di kawasan Bandung Raya.Seluruh moda transportasi tersebut kini telah dilengkapi dengan sistem pembayaran QRIS TAP. Selain itu, digitalisasi juga diterapkan melalui CCTV, GPS tracking, dan advanced driver assistance system (ADAS) yang mampu mendeteksi pengemudi mengantuk, melebihi batas kecepatan, atau menggunakan ponsel saat berkendara.Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Dhani Gumelar menjelaskan, peluncuran Feeder MJT menjadi bagian penting dari pengembangan Bus Rapid Transit (BRT) Cekungan Bandung yang telah dirintis sejak 2019.“Feeder MJT merupakan bagian dari sistem BRT Cekungan Bandung. Kehadirannya memperluas jangkauan layanan hingga ke kawasan permukiman dan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum yang lebih ramah lingkungan,” ujar Dhani.Sebagai pelopor penerapan QRIS TAP di sektor transportasi publik, Dhani menambahkan, inovasi ini memperkuat gerakan cashless society dan meningkatkan transparansi serta efisiensi pelayanan publik.“Kolaborasi Dishub dan Bank Indonesia menunjukkan komitmen kuat Jawa Barat untuk mewujudkan ekosistem transportasi digital yang aman, cepat, dan inklusif,” tambahnya.Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Barat Budi Kurnia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus memperkuat integrasi layanan publik melalui transformasi digital lintas sektor.“Inisiatif ini bukan hanya menghadirkan moda transportasi baru, tetapi juga menegaskan arah transformasi menuju ekosistem transportasi publik yang cerdas dan inklusif,” ucapnya.“Penerapan QRIS TAP menjadi simbol nyata sinergi antara transformasi digital dan pelayanan publik yang berorientasi pada kemudahan serta transparansi bagi masyarakat,” imbuhnya.Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Muhamad Nur menyebut, peluncuran QRIS TAP menjadi momentum penting untuk memperkuat infrastruktur ekonomi digital yang inklusif dan efisien di Jawa Barat.“QRIS TAP bukan sekadar inovasi teknologi, tetapi bagian dari strategi nasional untuk mewujudkan transformasi digital sistem pembayaran menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya.“Dengan dukungan seluruh pihak, Jawa Barat diharapkan menjadi model nasional dalam penerapan transaksi digital yang aman, mudah, cepat, dan inklusif,” tambahnya.Hingga Agustus 2025, ekosistem QRIS di Jawa Barat menunjukkan pertumbuhan signifikan. Jumlah pengguna mencapai 12,7 juta orang atau 22% dari total nasional, dengan 8,7 juta merchant atau 21% pangsa nasional.Sepanjang periode yang sama, tercatat 1,59 miliar transaksi QRIS dengan pertumbuhan 213,39% (year-on-year) dan nilai transaksi mencapai Rp148,95 triliun, naik 139,87% (year-on-year).Capaian tersebut menegaskan posisi Jawa Barat sebagai provinsi dengan tingkat adopsi QRIS tertinggi di Indonesia, sekaligus menjadi barometer penguatan ekonomi digital nasional. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting