Jakarta (buseronline.com) - Hubungan historis antara Indonesia dan Afrika Selatan kembali menjadi sorotan saat Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Republik Afrika Selatan Matamela Cyril Ramaphosa dalam pertemuan bilateral yang digelar dalam format working lunch di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu.Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan bersahabat tersebut, kedua kepala negara menekankan pentingnya memperkuat kerja sama ekonomi dan meningkatkan peran negara-negara di kawasan global selatan.Presiden Ramaphosa menyampaikan apresiasi mendalam atas hubungan historis yang telah terjalin lama antara kedua negara. Ia mengenang peran penting Indonesia dalam mendukung perjuangan rakyat Afrika Selatan melawan apartheid, yang terinspirasi oleh semangat Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung.“Selama bertahun-tahun, rakyat Afrika Selatan menemukan sekutu setia di Indonesia, yang secara konsisten mendukung perjuangan melawan apartheid. Kami akan selalu berterima kasih atas dukungan dan solidaritas rakyat Indonesia,” ujar Presiden Ramaphosa.Lebih lanjut, Presiden Ramaphosa menyoroti potensi kerja sama ekonomi melalui forum BRICS, yang dapat mendorong reformasi global yang lebih inklusif. Ia menyambut baik keaktifan Indonesia dalam menjalin kemitraan ekonomi dengan negara-negara BRICS dan mendorong agar kerja sama tersebut menjadi katalisator pertumbuhan hubungan bilateral.“Kemitraan ekonomi BRICS memberikan potensi besar untuk mendukung pembangunan dan transformasi di negara kami, dan kami mendorong pendalaman partisipasi Indonesia dalam semua struktur BRICS, khususnya dalam kemitraan ekonomi BRICS,” ungkapnya.Presiden Ramaphosa juga menegaskan bahwa kerja sama antara Indonesia dan Afrika Selatan didasari oleh semangat kebersamaan dan tujuan bersama dalam mengatasi tantangan sosial, termasuk pengangguran, kemiskinan, dan ketimpangan.Ia mendorong peningkatan partisipasi masyarakat yang selama ini terpinggirkan agar dapat berperan lebih aktif dalam pembangunan.“Dan dengan partisipasi, saya maksudkan sebuah cara besar di mana mereka bisa berpartisipasi,” kata Presiden Ramaphosa.Selain itu, Presiden Ramaphosa menyampaikan penghargaan atas peran aktif Indonesia di berbagai forum internasional, termasuk G20, di mana Afrika Selatan tahun ini menjadi tuan rumah.Ia menyambut baik rencana kehadiran Presiden Prabowo pada KTT Pemimpin G20 di Johannesburg bulan depan, yang dinilai penting untuk memperkuat posisi negara-negara kawasan global selatan di panggung dunia.“Kami sangat senang bahwa Yang Mulia akan berpartisipasi dalam KTT Pemimpin G20 di Johannesburg akhir bulan ini. Kehadiran Indonesia di G20 sangat penting karena meningkatkan status forum tersebut, terutama ketika negara-negara seperti Indonesia dan Afrika Selatan, yang menjadi kunci di belahan bumi selatan, berpartisipasi aktif,” ujarnya.Pertemuan bilateral ini menegaskan komitmen kedua negara untuk terus memperkuat hubungan strategis, baik di bidang politik, ekonomi, maupun sosial, sebagai wujud persahabatan yang telah terjalin sejak era perjuangan anti-apartheid hingga kini. (P3)
Editor
: Dirgahayu Ginting