Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

KEK Kendal Terbukti Turunkan Kemiskinan, Diharapkan Jadi Model bagi Daerah Lain

Dirgahayu Ginting - Jumat, 17 Oktober 2025 12:09 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menerima penghargaan Dharma Arthapraja Utama pada acara KEK Kendal and Central Java Future Forum 2025 di Padma Hotel, Semarang, Rabu (15/10/2025) malam. (Dok/Humas Jateng)
Semarang (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menilai keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal telah terbukti berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan di daerah tersebut.Luthfi mendorong pemerintah kabupaten/kota lain di Jawa Tengah untuk meniru model pengembangan ekonomi yang diterapkan di KEK Kendal.“KEK Kendal ini telah menjadi pilot project dan role model untuk daerah lain,” ujar Luthfi saat menghadiri acara KEK Kendal and Central Java Future Forum 2025 di Pandanaran Ballroom, Padma Hotel, Kota Semarang, Rabu malam.Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Kendal pada triwulan II 2025 tercatat 7,67%, tertinggi di Jawa Tengah. Realisasi investasi periode 2022–2024 mencapai Rp14,2 T, sedangkan triwulan I 2025 tercatat Rp2,93 T, juga menjadi yang tertinggi di provinsi ini.Peningkatan ekonomi tersebut diiringi dengan penurunan tingkat pengangguran terbuka sebesar 0,75%, dari 5,76% pada 2023 menjadi 5,01% pada 2024. Angka kemiskinan turun 0,95%, dari 9,35% menjadi 8,40%, dengan kemiskinan ekstrem menurun menjadi 0,49%.Capaian ini sejalan dengan pertumbuhan positif sektor perdagangan, jasa, dan manufaktur.“Serapan tenaga kerja akan bertambah, karena kebanyakan industrinya mengarah padat karya, sehingga pengangguran bisa terkikis,” ujar Luthfi.Gubernur menegaskan bahwa Pemprov Jawa Tengah terus mendorong investasi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, dengan dukungan perizinan yang mudah, keamanan wilayah, tenaga kerja kompetitif, dan penambahan kawasan industri. Hingga kuartal III 2025, realisasi investasi di Jateng telah mencapai Rp57 T, dengan 65% berasal dari penanaman modal asing (PMA).Selain itu, Luthfi mendorong bupati dan wali kota mengajukan kawasan industri baru, agar investor lebih mudah menanamkan modal. Beberapa daerah yang telah mengajukan antara lain Banyumas, Cilacap, Kebumen, Demak, Kota Semarang, dan Kabupaten Semarang.“Dengan adanya kawasan industri dan ekonomi khusus, investor akan lebih mudah. Perizinan satu pintu, fasilitas ekspor-impor dipermudah, semuanya akan lebih efisien,” jelasnya.Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Ahmad Luthfi menerima penghargaan Dharma Arthapraja Utama, sebagai bentuk apresiasi atas dukungannya dalam pengembangan KEK Kendal.Acara juga diwarnai dengan penandatanganan kerja sama antara Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah dengan lima perusahaan, yakni PT Royal Regent Indonesia, PT Polygroyp Manufactur Indonesia, PT Borine Technology Indonesia, PT Sakura Indonesia, dan PT Eclat Textile. Kerja sama ini difokuskan pada link and match antara dunia pendidikan dan pelatihan kerja dengan kebutuhan industri di Jawa Tengah.Capaian KEK Kendal menjadi bukti nyata bahwa kawasan ekonomi khusus dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus mengurangi angka kemiskinan dan membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade

Ekonomi

Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan

Ekonomi

Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga

Ekonomi

Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar

Ekonomi

Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara

Ekonomi

Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur