Semarang (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menekankan agar seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) fokus pada orientasi bisnis yang memberi manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).Pernyataan tersebut disampaikan Luthfi saat memimpin rapat Collaborative Funding dan Program Kegiatan Berbasis Hasil bersama seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMD, dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, di Semarang, Rabu.“BUMD kita harus bisa mendukung PAD. Fokus bisnisnya adalah yang bisa berkontribusi kepada PAD dan masyarakat. Jangan cuma spekulan, harus fokus dan jelas,” tegas Luthfi.Gubernur mencontohkan, produktivitas komoditas pangan seperti cabai dan bahan pokok penting lain, harus cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh wilayah Jawa Tengah sebelum diekspor atau dijual ke daerah lain.“Prioritasnya adalah orientasi hasil kepada masyarakat dulu. Penuhi dulu wilayah kita, kalau sudah selesai baru ekspansi ke luar,” ujar Luthfi.Ia menekankan pentingnya distribusi merata dari hasil produksi BUMD, terutama yang berkaitan langsung dengan kebutuhan pokok masyarakat. PT Jateng Agro Berdikari (JTAB) sebagai BUMD yang menangani komoditas pangan, diharapkan mampu merancang program dengan orientasi hasil bagi masyarakat, didukung oleh OPD terkait seperti Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Perkebunan, serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.“Jangan buru-buru jual ke daerah lain kalau daerah kita masih kurang. Jadi distribusinya harus merata. Termasuk bahan-bahan pokok yang lain,” sorot gubernur.Terkait program kegiatan 2026, Ahmad Luthfi menegaskan prioritas Jawa Tengah tahun depan adalah swasembada pangan, dan seluruh OPD, BUMD, maupun BLUD harus memiliki persepsi yang sama dalam menjalankan program tersebut.Dengan arahan ini, Luthfi berharap BUMD dapat menjadi instrumen pembangunan daerah yang produktif, berorientasi pada hasil, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting