Bandung (buseronline.com) - Sosialisasi Kredit Program Perumahan digelar di Sabuga ITB, Kota Bandung, Kamis. Acara ini diikuti sekitar 3.000 peserta dari berbagai elemen ekosistem perumahan, mulai dari perwakilan pemerintah kabupaten/kota, pengembang perumahan, perbankan, pemilik toko bangunan, UMKM, hingga masyarakat umum.Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dalam sambutannya menyampaikan, pemerintah menargetkan anggaran Kredit Program Perumahan sebesar Rp130 T, dengan porsi 30–40 persen di antaranya diproyeksikan terserap di Provinsi Jawa Barat.“Saya sudah hadir di beberapa sosialisasi Kredit Program Perumahan. Kegiatan di Jawa Barat ini adalah yang terbesar dan paling banyak pesertanya. Saya senang ekosistem perumahan di Jawa Barat sangat baik dan jumlah rumah subsidinya juga paling banyak di Indonesia,” kata Maruarar.Menurutnya, Jawa Barat diperkirakan menjadi provinsi dengan serapan Kredit Program Perumahan terbesar di Indonesia. Program ini didukung skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan yang dapat dimanfaatkan kontraktor, developer, hingga toko bangunan dengan subsidi bunga 5 persen.“Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan ini pertama kali dalam sejarah Indonesia dan khusus untuk sektor perumahan. Dari sisi demand juga sangat terbantu. Ini bukti nyata pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kepada rakyat,” jelas Maruarar.Dalam kesempatan itu, Menteri PKP juga berterima kasih kepada Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat serta Direktur Utama Bank BJB yang dinilai berperan besar dalam menyukseskan acara. Maruarar bahkan berdiskusi langsung dengan pemilik toko bangunan dan pelaku UMKM terkait manfaat serta mekanisme mendapatkan KUR Perumahan.Lebih lanjut, Maruarar mengungkapkan rencana peluncuran 25 ribu rumah subsidi yang akan dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada 29 September 2025 di Bogor. Pembangunan rumah subsidi itu tersebar di 100 titik di 35 provinsi.“Kita ingin tunjukkan ekosistem perumahan ini kompak. Dari sisi supply ada developer, kontraktor, toko bangunan, sedangkan dari sisi demand ada masyarakat dan UMKM. Semua bisa merasakan manfaat KUR Perumahan sekaligus mendukung Program 3 Juta Rumah,” ucapnya.Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan RI, Muhammad Qodari, menambahkan bahwa Program 3 Juta Rumah merupakan komitmen Presiden Prabowo dalam mengatasi kesenjangan perumahan di masyarakat. Menurutnya, rumah subsidi dengan angsuran ringan dan terjangkau menjadi salah satu cara pemerintah meningkatkan akses masyarakat terhadap hunian layak.“Program ini adalah upaya menghadirkan keadilan di sektor perumahan agar seluruh masyarakat, termasuk yang berpenghasilan rendah, bisa memiliki rumah sendiri,” ujar Qodari.Dengan dukungan berbagai pihak, pemerintah optimis target penyediaan hunian layak bagi masyarakat akan tercapai. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting