Semarang (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya mendorong percepatan pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan Pelabuhan Multipurpose Batang. Upaya ini dinilai sangat strategis untuk meningkatkan investasi sekaligus memperkuat perekonomian Jawa Tengah.“Jawa Tengah harus punya daya dobrak untuk meningkatkan perekonomian,” ujar Ahmad Luthfi saat menerima audiensi Sub Regional Head Pelindo Jawa, Purwanto Wahyu Widodo, bersama perwakilan Asosiasi Pelabuhan di kantornya, Jumat.Luthfi menekankan, pelabuhan memiliki peran vital dalam menunjang distribusi logistik, terutama dari sektor industri. Dengan terus bertambahnya jumlah kawasan industri di Jawa Tengah, keberadaan pelabuhan yang modern dan efisien mutlak diperlukan.“Pelabuhan yang bagus juga akan mendukung pengembangan kawasan industri baru di sejumlah wilayah Jawa Tengah,” jelasnya.Untuk itu, Pemprov Jateng terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan pihak terkait agar pengembangan pelabuhan dapat berjalan lebih cepat. Gubernur mengungkapkan, Pelabuhan Batang kini tengah dalam proses pembangunan dan segera bisa beroperasi untuk melayani kebutuhan investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batang.Selain itu, Luthfi menyebut rencana penyediaan jalur angkutan logistik berbasis kereta api untuk kontainer ditargetkan selesai dalam waktu maksimal satu tahun.“Harus segera dipercepat. Bupati dan wali kota sudah saya minta menyiapkan kawasan industri. Maka keberadaan pelabuhan ini penting. Saya juga akan membicarakan lebih detail lagi dengan Dirut Pelindo,” tegasnya.Sementara itu, Sub Regional Head Pelindo Jawa, Purwanto Wahyu Widodo, menyatakan bahwa pihaknya siap merealisasikan arahan Gubernur. Ia memastikan pembenahan Pelabuhan Tanjung Emas dan percepatan operasional Pelabuhan Multipurpose Batang terus dikebut.“Pelabuhan Batang secara administrasi dan perizinan kami selesaikan Agustus ini. Mudah-mudahan bisa mulai beroperasi bulan September,” kata Purwanto.Menurutnya, pada tahap awal Pelabuhan Batang akan melayani kebutuhan logistik PT KCC, perusahaan asal Korea Selatan yang beroperasi di KEK Batang. Perusahaan tersebut memerlukan akses lebih cepat untuk memasok bahan baku dari Bangka Belitung ke pabriknya.Selain itu, lanjut Purwanto, pembenahan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang juga akan dilakukan sesuai rencana induk agar aktivitas logistik semakin lancar. “Bahan baku didatangkan menggunakan tongkang dari Bangka Belitung ke Batang. Setelah diproses, hasil produksinya diekspor lewat Tanjung Emas melalui TPKS. Jadi, Pelabuhan Batang berfungsi untuk mensupport kegiatan di KEK Batang,” jelasnya.Dengan percepatan pengembangan dua pelabuhan strategis tersebut, Pemprov Jateng optimistis distribusi logistik dan arus investasi dapat berjalan lebih lancar, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting