Bandung (buseronline.com) - Semangat gotong royong kembali menjadi fondasi penguatan ekonomi rakyat melalui program Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Program strategis nasional ini kini telah hadir di seluruh kelurahan di Kota Bandung dan diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi dari akar rumput.Dalam siaran bersama Radio Sonata dan PRFM pada Kamis, Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung mengupas tuntas peran KKMP dalam memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan. Program ini lahir sebagai bentuk implementasi Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang penguatan ekonomi rakyat melalui koperasi.“Ini adalah upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui koperasi berbasis kelurahan atau desa, agar pusat-pusat ekonomi tidak hanya terpusat di kota, tapi juga tumbuh di lingkungan akar rumput,” ujar Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung, Radjasa Pimpinan Berutu.Radjasa menuturkan, KKMP dirancang sebagai solusi atas berbagai persoalan ekonomi perkotaan dan pedesaan, seperti panjangnya rantai distribusi, sulitnya akses permodalan, serta dominasi pasar oleh pemilik modal besar.“Dengan koperasi, distribusi bisa lebih pendek, harga barang menjadi lebih terjangkau, dan warga punya akses terhadap kebutuhan pokok hingga peluang usaha,” tambahnya.Sejak diluncurkan secara nasional oleh Presiden Prabowo Subianto di Klaten pada 21 Juli 2025 lalu, program KKMP telah menjangkau lebih dari 80.000 koperasi di seluruh Indonesia. Khusus di Kota Bandung, 151 KKMP telah terbentuk sesuai jumlah kelurahan yang ada, lengkap dengan badan hukum dan Nomor Induk Koperasi (NIK).Radjasa juga menjelaskan bahwa pihaknya aktif melakukan pendampingan terhadap pengurus koperasi, mulai dari pembuatan NPWP, NIB, hingga pelatihan manajemen koperasi. Selain itu, Diskop UKM membuka peluang kerja sama antara KKMP dan lembaga usaha strategis seperti Bulog, untuk menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada masyarakat.Sementara itu, Pengawas Koperasi Ahli Muda pada Bidang Pemberdayaan Koperasi Diskop UKM Kota Bandung, Poltak Riky Anto, menegaskan bahwa keanggotaan KKMP terbuka untuk seluruh warga yang berdomisili di kelurahan setempat, tanpa batasan usia atau latar belakang profesi.“Meskipun warga sudah menjadi anggota koperasi lain di tempat kerja atau komunitas, tetap bisa bergabung di KKMP karena ini berbasis domisili,” jelasnya.Lebih dari sekadar tempat simpan pinjam, KKMP diharapkan menjadi wadah pemberdayaan ekonomi lokal. Unit usaha yang dikembangkan pun beragam, mulai dari sembako, agen gas, logistik, hingga potensi lokal seperti pariwisata dan kuliner.“Kita harapkan koperasi mampu menjadi motor ekonomi lokal yang menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus membuka lapangan kerja,” pungkas Riky.Dengan semangat gotong royong dan partisipasi aktif warga, KKMP diharapkan tidak hanya menjadi simbol kemandirian ekonomi, tetapi juga jembatan menuju kesejahteraan berkelanjutan di lingkungan kelurahan. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting