Semarang (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi membuka peluang investasi untuk pengembangan agroindustri di wilayah selatan Jawa Tengah. Potensi sumber daya alam yang melimpah di wilayah tersebut dinilai menjadi modal kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru di luar kawasan industri yang sudah berkembang di bagian utara.Hal itu disampaikan Gubernur Luthfi saat menerima audiensi jajaran direksi PT Danareksa di ruang kerjanya, Jumat.“Jateng itu baru memiliki delapan kawasan industri. Wilayah selatan ini perlu digarap, terutama dalam sektor agroindustri,” ujar Luthfi.Menurutnya, sejumlah komoditas di wilayah selatan Jateng, seperti kelapa, kakao, ikan, hingga garam, sangat potensial untuk dikembangkan. Bahkan, di Kabupaten Cilacap, budidaya ikan sidat sudah mulai menunjukkan hasil menjanjikan sebagai komoditas ekspor.Gubernur juga menilai bahwa pengembangan kawasan industri di wilayah selatan dapat menjadi solusi pemerataan pertumbuhan ekonomi di Jateng. Selama ini, pertumbuhan masih terfokus di wilayah utara, seperti Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).Direktur Utama PT Danareksa, Yadi Jaya Ruchandi, menyambut baik tawaran tersebut dan menyatakan kesiapan pihaknya untuk menindaklanjuti dengan kajian lebih lanjut.“Nanti kita juga akan eksplorasi lebih jauh apa yang bisa dikembangkan. Mungkin salah satu idenya tadi yang dibahas, terkait agroindustri yang ada di sana,” ujarnya.Yadi menyebutkan bahwa inisiatif terdekat yang sedang dirancang adalah pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kabupaten Cilacap, yang dinilai sebagai infrastruktur penting bagi pengembangan kawasan industri.“SPAM menjadi esensial dalam pengembangan kawasan industri karena air baku merupakan kebutuhan dasar industri. Inisiatif pengembangan SPAM di Cilacap bisa menjadi cikal bakal untuk pengembangan kawasan industri yang lebih luas di selatan,” jelasnya.Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, menegaskan pentingnya fokus pembangunan di wilayah selatan agar tidak terjadi ketimpangan antarwilayah di provinsi ini.“Wilayah utara sudah cukup maju karena ditopang Proyek Strategis Nasional. Kita perlu mendorong pertumbuhan di selatan, dan agar pertumbuhannya berkualitas sejak awal, maka basisnya harus agroindustri,” kata Sujarwanto.Ia menambahkan bahwa wilayah selatan menyimpan kekayaan sumber daya seperti perikanan, kakao, kopi, dan hasil perkebunan lain yang belum tergarap maksimal. Jika dikembangkan dengan pendekatan industri berbasis potensi lokal, maka wilayah selatan dapat menjadi pilar baru ekonomi Jawa Tengah.Dengan adanya dukungan dari investor BUMN seperti PT Danareksa dan komitmen kuat dari Pemprov Jateng, diharapkan pengembangan kawasan industri agro di wilayah selatan mampu menciptakan pemerataan pembangunan serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting